PELUANG KERJA LULUSAN PERGURUAN TINGGI

PELUANG KERJA LULUSAN PERGURUAN TINGGI

PELUANG KERJA LULUSAN PERGURUAN TINGGI

Karena keterbatasan waktu dan kurang disiplinnya saya, penulisan hasil survei ini memang terlambat. Walau demikian, saya melihat hasil-hasilnya masih relevan dengan kondisi saat ini. Jadi, saya putuskan untuk memuatnya di Ikabela.

Pendahuluan
Survei ini merupakan analisa data iklan lowongan kerja di harian Jawa Pos, pada bulan Maret 2003. Yang menjadi sampel adalah iklan lowongan kerja yang berbentuk iklan kolom, tidak termasuk iklan baris, yang tebit setiap hari Sabtu. Pemilihan hari Sabtu semata-mata karena pada hari tersebut pada umumnya perusahaan memuat iklan lowongan kerja dalam bentuk iklan kolom. Iklan kolom adalah iklan yang harganya mahal. Karena itu diasumsikan perusahaan yang memasangnya adalah perusahaan yang bonafid, dan tenaga kerja yang dibutuhkan adalah yang memiliki kualifikasi tertentu.
Selama bulan maret 2003 tersebut terdapat 5 kali edisi hari Sabtu, yakni tanggal 1, 8, 15, 22 dan 29. Total seluruhnya terdapat 587 lowongan kerja untuk lulusan PT (Perguruan Tinggi). Dari jumlah tersebut, 362 lowongan (62%) mencari tenaga kerja lulusan sarjana (S1) dan 225 lowongan (38%) untuk lulusan diploma.
Analisa data dengan cara menghitung data kuantitatif, kemudian mengubahnya menjadi prosentase. Selanjutnya membandingkan data kumulatif antara lowongan kerja untuk lulusan diploma dan sarjana.

Tujuan Survei
Hasil survei ini diharapkan dapat membantu para calon tenaga kerja, khususnya lulusan PT, dalam mempersiapkan diri memasuki lapangan kerja. Bagi pihak-pihak yang terkait dengan proses pendidikan di PT, para pengambil keputusan, para peneliti dan peminat masalah pendidikan, data yang diperoleh dari hasil survei ini diharapkan bisa menjadi masukan yang bermanfaat.
Secara eksplisit, tujuan survei ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
- Ingin mengetahui jenis pekerjaan apa saja yang dibutuhkan/dicari oleh perusahaan di daerah perkotaan?
- Persyaratan apa yang dituntut dari calon tenaga kerja lulusan PT?
- Apakah terdapat perbedaan jenis pekerjaan dan persyaratan kerja yang dituntut dari lulusan diploma dengan lulusan sarjana?

LOWONGAN KERJA BAGI LULUSAN PT
Hasil survei menunjukkan 10 besar lowongan kerja yang tersedia bagi lulusan PT adalah sebagai berikut :

- Sales/marketing 22%
- Akuntansi 12,1%
- Produksi 4,6%
- Teknikal 4,4%
- Administrasi 4,3%
- Keuangan 3,6%
- Personalia 3,6%
- Sekretaris 3,1%
- Programer 2,9%
- PPIC 2,5%
Secara umum kita bisa menyimpulkan bahwa tenaga kerja yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan pemasang iklan adalah untuk mengisi posisi Sales/marketing (22%) dan Finansial (15,7%) yang meliputi Akuntansi dan Keuangan.
Dari sejumlah lowongan kerja yang ditawarkan tersebut, dilihat dari struktur jabatannya, sebagian besar menempati posisi sebagai Staf (61,8%) dan hanya 38,2% yang diposisikan menempati struktur jabatan tertentu. Ini berarti 1 diantara 3 lowongan kerja tersebut akan menempati jabatan tertentu dalam perusahaan, bukan sekedar staf biasa. Keseluruhan jabatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

- Staf 61,8%
- Manajer 15,3%
- Kepala Bagian 8,9%
- Supervisor 8,7%
- Asisten manajer 2,9%
- Lain-lain 2,4%

PEKERJAAN BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Dari 587 lowongan kerja yang ditawarkan, 31,3% diantaranya mensyaratkan jenis kelamin tertentu. Artinya sekitar 1 dari 3 pekerjaan untuk lulusan PT ditujukan untuk jenis kelamin tertentu.
Dari 31,1% tersebut, 20,6% diantaranya ditujukan untuk laki-laki, dan 10,7% untuk wanita. Artinya, untuk jenis pekerjaan/jabatan yang mensyaratkan jenis kelamin tertentu, peluang kerja lulusan PT laki-laki dua kali lebih besar dibandingkan wanita.
Jika ditelusuri lebih jauh dari jenis pekerjaan mensyaratkan jenis kelamin tertentu tersebut, maka terlihat jelas menunjukkan adanya perbedaan jenis pekerjaan berdasarkan stereo-type gender. Pekerjaan yang mensyaratkan jenis kelamin laki-laki adalah Sales/marketing 31,4%, Produksi 9,9%, Teknik 8,3%, Out-door/lapangan 5%, dan Administrasi hanya 0,85. Sebaliknya pekerjaan yang mensyaratkan jenis kelamin wanita meliputi : Akuntansi 27%, Sekretaris 15,9%, Administrasi 11%, Marketing 11%, Keuangan 4,1%, Customer Service 2,8%, HRD 2,8%, dan Resepsionis 2,8%.
Stereo-type pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa masih ada masyarakat/perusahaan yang melihat bahwa antara laki-laki dan wanita seharusnya dibedakan jenis pekerjaannya. Dimana laki-laki dianggap lebih cocok dan sesuai menangani pekerjaan teknik dan lapangan, sedangkan wanita lebih cocok dan sesuai menekuni pekerjaan yang bersifat administratif, rumahan, dan berhubungan dengan orang lain.
Perbedaan jenis pekerjaan berdasarkan jenis kelamin ini juga tercerminkan dari jabatan yang ditawarkan. Lebih banyak pekerjaan yang ditawarkan untuk laki-laki yang menawarkan struktur jabatan yang lebih tinggi dibandingkan untuk wanita. Untuk jabatan Manajer, 20,7% ditujukan untuk laki-laki berbanding 3,2% untuk wanita. Untuk jabatan Supervisor, tersedia 11,6% pekerjaan untuk laki-laki berbanding 1,6% untuk wanita. Untuk jabatan Kepala bagian, tersedia 5% lowongan pekerjaan untuk laki-laki berbanding 1,6% untuk wanita. Sangat kontras dengan lowongan pekerjaan sebagai Staf, dimana tersedia 93,6% lowongan untuk wanita, dan 53,7% untuk laki-laki.

PENGALAMAN KERJA? YA IYALAH
Dari 585 lowongan kerja untuk lulusan PT, 77,17%% mensyaratkan calon yang telah mempunyai pengalaman kerja. Hanya 22,83% yang tidak. Artinya, sekitar 3 dari 4 lowongan kerja yang ditawarkan, mensyaratkan calon yang telah berpengalaman. Dengan demikian, peluang lulusan PT untuk mendapatkan pekerjaan di sektor formal memang cukup berat. Karena pada umumnya yang dicari bukan calon yang baru lulus, melainkan telah mempunyai pengalaman kerja tertentu..
Dari 453 (77,17%) lowongan kerja yang mensyaratkan pengalaman kerja tertentu, sebagian besar menuntut calon yang berpengalaman 2 tahun (26,4%), dan 3 tahun (13,8%). Walaupun cukup banyak juga yang hanya tidak menyebut berapa tahun, yaitu 16,9%. Komposisi selengkapnya adalah :
- Berpengalaman 16,9%
- Pengalaman 1 tahun 10,7%
- Pengalaman 2 tahun 26,4%
- Pengalaman 3 tahun 13,8%
- Pengalaman 4 tahun 1%
- Pengalaman 5 tahun 7,5%
- Pengalaman 6 tahun 0,3%
- Pengalaman 7 tahun 0,17%
- Pengalaman 8 tahun 0,17%
Dilihat dari jenis pekerjaan yang mensyaratkan jenis kelamin tertentu, sebanyak 20,6% pekerjaan untuk laki-laki berbanding 10,7% untuk wanita, yang menuntut calon yang telah berpengalaman. Berarti dua kali lebih banyak lowongan kerja untuk calon tenaga kerja laki-laki dibandingkan wanita yang mensyaratkan calon yang berpengalaman. Hal ini jelas berkaitan dengan jenis jabatan yang ditawarkan untuk calon laki-laki lebih tinggi, sehingga menuntut calon yang lebih berpengalaman

KETERAMPILAN KERJA

Keterampilan kerja yang wajib dimiliki calon tenaga kerja lulusan PT adalah Bahasa Asing (59,1%) dan Komputer (38,3%). Jadi, penguasaan bahasa asing relatif penting bagi lulusan PT, dan bisa menjadi nilai tambah tersendiri di mata perusahaan. Bahasa asing yang wajib dikuasai adalah : Bahasa Inggris (38,2%) dan Mandarin (19,9%).
Keterampilan seperti komputer dan bahasa asing, disebut Hard Skill (keterampilan teknis), selain itu juga ada yang disebut Soft Skill, yang berupa sikap dan perilaku seperti jujur, percaya diri, motivasi tinggi, kemampuan beradaptasi dengan perubahan, kompetensi interpersonal, orientasi nilai yang menunjukkan kinerja yang efektif dan jiwa kewirausahaan (Abdurrachman, 2007). Soft skill ini sering dianggap remeh, tetapi sebetulnya lebih diperhitungkan oleh perusahaan.

IPK, PENTINGKAH?
Jawabnya ya, karena 22%, atau 1 dari 5 lowongan kerja yang tersedia mensyaratkan calon dengan IPK tertentu. Yang paling banyak adalah 2,75 (13,8%). Selengkapnya :
- Minimal 2,5 (0,7%)
- Minimal 2,75 (13,8%)
- Minimal 3 (7,5%).
Paling tidak, dengan IPK yang tinggi, posisi calon di mata perusahaan lebih diperhitungkan. Bahkan bisa jadi, IPK menjadi ukuran seleksi awal untuk proses seleksi lebih lanjut.

BATASAN USIA

Sebanyak 55,9% lowongan kerja untuk lulusan PT membatasi usia calon. Dan pembatasan itu lebih banyak berupa batasan usia maksimal (52,6%) daripada minimal (3,2%). Ini berarti kesempatan bagi lulusan PT untuk mendapatkan pekerjaan benar-benar dibatasi. Selewat usia tertentu belum mendapatkan pekerjaan, bisa berarti tertutup sudah kesempatan bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan di sektor formal.
Jika dibuat interval, batasan usia maksimal calon tenaga kerja adalah :
- Maksimal 25 tahun (4,6%)
- 26-30 tahun (24%)
- 31-35 tahun (15,7%)
- 36-40 tahun (5,4%)
- 41-45 tahun (2,7%)
- 46-50 tahun (0,2%)
Dari data di atas terlihat bahwa interval usia 25-30 tahun adalah usia emas atau puncak bagi lulusan PT untuk mendapatkan pekerjaan. Selewat itu, peluangnya semakin kecil, meskipun belum tertutup.

SOFT SKILL, JANGAN ANGGAP ENTENG!
Selama ini ada penilaian bahwa untuk mendapatkan suatu pekerjaan, selain ijazah formal, diperlukan keterampilan tambahan seperti komputer, bahasa asing, akuntansi dan keterampilan lain. Makin beragam keterampilan yang dikuasai, makin baik. Tentu saja hal ini benar. Tapi ternyata belum cukup. Ada jenis keterampilan lain yang luput dari pengamatan para pencari kerja, termasuk lulusan PT, karena dianggap sepele dan tidak penting. Padahal keterampilan itu di mata perusahaan sangat penting, serius dan bisa menjadi penilaian akhir yang menentukan seseorang diterima atau ditolak bekerja.
Keterampilan atau kemampuan yang diistilahkan Soft Skill ini sebetulnya inherent atau telah dimiliki setiap orang, dalam kadar berbeda. Pendidikan, pelatihan dan pembiasaan lah yang bisa mengasah dan mengembangkan keterampilan ini. Soft skill ini berupa sikap, respon atau tindakan positif terhadap orang lain dan lingkungannya. Orang yang mempunyai soft skill yang baik akan mudah berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.Dengan begitu kemungkinan ia pun bisa berhasil dalam lingkungan kerja yang dinamis.
Kualitas-kualitas yang dituntut dari tenaga kerja lulusan PT adalah:
- Berjiwa kepemimpinan (14,6%)
- Kemampuan berkomunikasi (12,8%)
- Motivasi tinggi (12,4%)
- Kerja keras (11,9%)
- Kerjasama tim (11,6)
- Penampilan menarik (8,5%)
- Jujur (6,1%)
- Energik (5,6%)
- Mandiri (3,7%)
- Costumer oriented (3,7%)
- Work late shifts (3,7%)
- Mempunyai relasi luas (3,1%)
- Inisiatif (2,7%)
- Berbadan sehat (2,7%)
- Problem solver (2,5%)
- On target (2,4%)
- Ulet (2,4%)
- Percaya diri (2,4%)
- Berdedikasi (1,9%)
- Dinamis (1,9%)
- Integritas tinggi (1,9%)
- Disiplin (1,9%)
- Loyal (1,7%)
- Tanggungjawab (1,5%)
- Kreatif (1,5%)
- Ramah (1,4%)
- Teliti (1,4%)
- Inovatif (1,2%)
- Agresif (1,1%)
- Pleasant personality (0,85%)
- Wawasan luas (0,85%)
- Tinggi badan tertentu (0,85%)
- Good analytical skills (0,51%)
- Tegas (0,51%)
- Kemampuan menjual (0,51%)
- Berwibawa (0,34%)
- Kemampuan negosiasi (0,34%)
- Kerja dibawah tekanan (0,34%)
- Lincah (0,34%)
- Rajin (0,34%)
Seperti terlihat dalam daftar, kualitas pribadi yang dituntut dari lulusan PT sebetulnya sangat kompleks. Banyak diantaranya yang menggunakan istilah yang berbeda, tetapi esensinya merujuk pada konsep yang sama. Kriteria-kriteria kualitas pribadi tersebut jika dikelompokkan akan yang menunjuk pada konsep tertentu. Diantaranya yang menonjol adalah :
1. Berjiwa Kepemimpinan
Kriteria utama yang dituntut dari calon tenaga kerja lulusan PT adalah kepemimpinan (14,6%). Kepemimpinan sebetulnya mempunyai dimensi yang luas, bukan pengertian yang tunggal. Beberapa kualitas pribadi seperti kemandirian (3,7%), bertanggungjawab (1,7%), percaya diri (2,4%), tegas (0,51%), dan berwibawa (0,34%) tidak bisa dilepaskan dari kualitas atau unsur yang seharusnya melekat dalam jiwa kepemimpinan seseorang. Dengan demikian, unsur kepemimpinan sangat dituntut dari calon tenaga kerja lulusan PT, mengingat dari mereka kelak diharapkan dapat mengemban tugas dan tanggungjawab yang lebih besar yang akan menentukan arah perkembangan perusahaan.

2. Kemampuan Komunikasi
Tenaga kerja lulusan PT dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik (12,8%). Kemampuan berkomunikasi ini tidak hanya berkaitan dengan bagaimana menjalin hubungan yang baik dalam internal perusahaan, melainkan juga berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi bisnis (salesmanship), yakni Kemampuan Menjual (0,51%), Kemampuan melakukan negosiasi (0,34%), customer oriented (3,7%) agar dapat menjalin relasi yang baik dengan konsumen, serta mempunyai relasi yang luas (3,1%) untuk mengembangkan bisnis. Kesemuanya itu tidak lepas dari kemampuan berkomunikasi seseorang.

3. Memiliki motif berprestasi yang tinggi
Calon tenaga kerja lulusan PT harus memiliki motivasi tinggi (12,4%), antara lain diwujudkan dalam bentuk :
- Siap bekerja keras (11,9%)
- Energik/bersemangat dalam bekerja (5,6%)
- Siap kerja lembur /Work late shifts (3,7%)
- Berinisiatif (2,7%), bukannya pasif atau bersikap menunggu
- Mampu mencapai target tertentu/On target (2,4%)
- Dinamis/selalu mengikuti perkembangan (1,9%)
- Agresif dalam bekerja (1,1%)
- Mampu bekerja dibawah tekanan (0,34%)
- Lincah (0,34%) atau cekatan bekerja

4. Penampilan Fisik
Penampilan fisik yang menarik menjadi salah satu pertimbangan bagi perusahaan dalam merekrut calon karyawan (8,5%). Selain itu berbadan sehat (2,7%), dan memiliki badan tertentu (0,85%)

5. Kemampuan Cognitif
Selain kecerdasan yang ditunjukkan melalui IPK yang tinggi, lulusan PT diharapkan mempunyai kemampuan memecahkan masalah/problem solver (2,5%), kreatif (1,5%), Inovatif (1,2%), berwasan luas (0,85%), dan Good analytical skills (0,51%).

6. Komitmen Terhadap Pekerjaan
Komitmen terhadap pekerjaan ditunjukkan melalui Kejujuran (6,1%),Keuletan (2,4%), Berdedikasi (1,9%), Integritas tinggi (1,9%), Disiplin (1,9%), Loyalitas (1,7%),Tanggungjawab (1,5%),Teliti (1,4%), dan rajin bekerja (0,4%).
Lebih dari semuanya, perusahaan sangat mengutamakan karyawan yang mampu bekerja secara tim (11,6%) untuk mencapai keberhasilan bersama, bukan pekerja yang individualis atau egois yang hanya mementingkan kepentingan pribadi.


Selama ini ada penilaian bahwa untuk mendapatkan suatu pekerjaan, selain ijazah formal, diperlukan keterampilan tambahan seperti komputer, bahasa asing, akuntansi dan keterampilan lain. Makin beragam keterampilan yang dikuasai, makin baik. Tentu saja hal ini benar. Tapi ternyata belum cukup. Ada jenis keterampilan lain yang luput dari pengamatan para pencari kerja, termasuk lulusan PT, karena dianggap sepele dan tidak penting. Padahal keterampilan itu di mata perusahaan sangat penting, serius dan bisa menjadi penilaian akhir yang menentukan seseorang diterima atau ditolak bekerja.
Keterampilan atau kemampuan yang diistilahkan Soft Skill ini pada umumnya tidak dipelajari atau diberikan di bangku kuliah. Kualitas semacam itu hanya bisa dikembangkan secara pribadi oleh individu yang bersangkutan. Melalui pendidikan keterampilan, pelatihan dan praktek magang yang antara lain bisa mengasah dan mengembangkan keterampilan ini. Soft skill ini berupa sikap, respon atau tindakan positif terhadap orang lain dan lingkungannya. Orang yang mempunyai soft skill yang baik akan mudah berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.Dengan begitu kemungkinan ia pun bisa berhasil dalam lingkungan kerja yang dinamis.
(TONO SOEGIJANTO)
BERSAMBUNG……


LOWONGAN KERJA untuk lulusan S1 dan Diploma

SEFT: TERAPI KETUKAN & DOA



APA ITU SEFT?
Spiritual Emotional Freedom Technique atau SEFT dikembangkan oleh Ahmad Faiz Zainuddin, lulusan psikologi Unair yang sedang menempuh studi master di Malaysia, dari terapi asalnya, EFT (Emotional Freedom Technique) yang dikembangkan oleh Gary Craig, seorang insinyur lulusan Stanford University. Padahal, EFT sendiri merupakan tehnik terapi yang merupakan penyederhanaan dari terapi TFT (Tought Field Therapy) yang ditemukan oleh Roger Callahan, yang tidak lain adalah gurunya sendiri. Faiz menambah unsur Spiritual pada EFT, sehingga menjadi SEFT.

SEFT adalah teknik penyembuhan yang memadukan keampuhan energi psikologi dengan kekuatan doa dan spiritualitas. Energi psikologi adalah ilmu yang menerapkan berbagai prinsip dan teknik berdasarkan konsep sistem energi tubuh untuk memperbaiki kondisi pikiran, emosi dan perilaku seseorang.

Konsep energi tubuh bisa dianalogikan dengan energi elektromagnetik pada pesawat televisi. Kita tidak dapat melihat dan merasakannya, tetapi keberadaannya dapat diketahui dari akibat yang ditimbulkan, yaitu berupa gambar hidup acara televisi yang kita tonton Gangguan kecil pada aliran sistem energi tv akan menimbulkan kacaunya proses siaran televisi. Begitu juga dengan tubuh kita, setiap sel, sistem syaraf dan organ dalam tubuh kita mengandung energi elektromagnetik. Maka sebagaimana pada sistem energi tv, gangguan pada sistem energi tubuh kita akan menjadi pemicu utama segala macam gangguan emosi negatif seperti depresi, stress dan cemas. Dan sebagaimana telah diketahui, gangguan emosi dapat termanifestasi dalam berbagai penyakit fisik.

Pemahaman sistem energi tubuh menjadi dasar ilmu pengobatan timur seperti akupunktur, akupresur, refleksiologi dan sebagainya. Para ahli akupunktur percaya, gangguan pada sistem energi tubuh menyebabkan penyakit fisik seperti jantung, sakit kepala, sesak nafas dan sebagainya. Cara penyembuhannya dengan merangsang titik-titik tertentu yang berhubungan dengan sumber penyakit. Terdapat 361 titik akupunktur di sepanjang 12 jalur energi meridian tubuh yang sangat berpengaruh pada kesehatan kita. SEFT menyederhanakan 361 titik tersebut menjadi 18 titik yang mewakili 12 jalur utama energi tubuh.

Efek doa dan spiritualitas terhadap kesembuhan penyakit telah diteliti secara mendalam oleh Dr. Larry Dossey, MD. Hasilnya menunjukkan adanya bukti ilmiah bahwa doa dan spiritualitas berpengaruh positif terhadap kesehatan. Pada penyakit yang umum sekalipun, kondisi pikiran, emosi, sikap, kesadaran, dan doa-doa yang dipanjatkan oleh atau untuk pasien sangat berpengaruh bagi kesembuhannya.

Fakta-fakta ilmiah tentang keampuhan energi psikologi, kekuatan doa dan spiritualitas, menginspirasi Faiz untuk mensinergikan keduanya menjadi terapi SEFT, yang menghasilkan efek pelipatgandaan (amplifiying effect) yang secara empiris lebih ampuh daripada EFT.

CARA MELAKUKAN SEFT
SEFT terdiri dari 3 langkah: 1. The Set-Up, 2. The Tune-In, 3. The Tapping

1. The Set-Up
The Set-Up bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. Langkah ini dilakukan untuk menetralisir psychological reversal (perlawanan psikologis yang berupa pikiran negatif spontan atau keyakinan bawah sadar negatif), seperti :
- Saya selalu gagal mencapai sesuatu
- Saya tidak mungkin mampu bersaing
- Saya tidak bisa lepas dari kecanduan rokok
- Saya sakit hati karena orangtua selalu menyalahkan saya, dsb.

Caranya dengan mengucapkan The Set-Up Words, yaitu kata-kata yang diucapkan dengan khusyu, ikhlas dan pasrah untuk menetralisir keyakinan dan pikiran negatif. Contoh kalimat set-up :

“Yaa Allah… meskipun saya (menderita sakit kepala yang tak kunjung sembuh), saya ikhlas, saya pasrah pada-Mu sepenuhnya”

Sambil mengucapkan kalimat di atas sebanyak tiga kali, kita menekan dada kita, tepatnya di bagian Sore Spot (Titik Nyeri = daerah di sekitar dada atas yang jika ditekan terasa agak sakit) ATAU mengetuk dengan dua ujung dari di bagian Karate Chop. Lihat gambar.


2. The Tune-In
Untuk masalah fisik, kita melakukan tune-in dengan cara merasakan rasa sakit yang kita alami, lalu mengarahkan pikiran kita ke tempat rasa sakit dan sambil terus melakukan 2 hal tersebut, hati dan mulut kita mengatakan,
‘Saya ikhlas, saya pasrah … Yaa Allah..”

Untuk masalah emosi, kita melakukan tune-in dengan cara memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkitkan emosi negatif yang ingin kita hilangkan. Ketika terjadi reaksi negatif (marah, sedih, takut dsb) hati dan mulut kita mengatakan,
“Saya ikhlas, saya pasrah … Yaa Allah..”

3. The tapping
Bersamaan dengan tune-in, kita melakukan langkah ke-3, The Tapping. Pada proses inilah (tune-in yang dibarengi tapping) kita menetralisir emosi negatif atau rasa sakit fisik.

Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di tubuh kita sambil terus tune-in. Titik-titik ini adalah titik-titik kunci dari The Major Energy Meridians, yang jika kita ketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Karena aliran energi tubuh berjalan dengan normal dan seimbang kembali.

Titik-titik tersebut adalah:(LIHAT GAMBAR DI ATAS)
1. Cr = Crown yaitu titik di bagian atas kepala
2. EB = Eye Brow, yaitu titik permulaan alis mata
3. SE = Side of the Eye, yaitu di atas tulang di samping mata
4. UE = Under the Eye, yaitu 2cm di bawah kelopak mata
5. UN = Under the Nose, yaitu tepat dibawah hidung
6. Ch = Chin, yaitu diantara dagu dan bagian bawah bibir
7. CB = Collar Bone, yaitu diujung tempat bertemunya tulang dada, collar bone
dan tulang rusuk pertama
8. UA = Under the Arm, yaitu dibawah ketik sejajar dengan putting susu (pria)
Atau tepat dibagian tengah tali bra (wanita).
9. BN = Bellow Nipple, yaitu2,5cm di bawah putting susu (pria) atau di
Perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah payudara (wanita).
10. IH = Inside of Hand, yaitu dibagian dalam tangan yang berbatasan dengan
telapak tangan
11. OH = Outside of Hand, yaitu dibagian luar tangan yang berbatasan dengan
telapak tangan
12. Th = Thumb, yaitu ibu jari disamping luar bagian bawah kuku
13. IF = Index Finger, yaitu jari telunjuk disamping luar bagian bawah kuku (di
bagian yang menghadap ibu jari)
14. MF = Middle Finger, yaitu jari tengah samping luar bagian bawah kuku (di
bagian yang menghadap ibu jari)
15. RF = Ring Finger, yaitu jari manis di samping luar bagian bawah kuku (di
bagian yang menghadap ibu jari)
16. BF = Baby Finger, yaitu di jari kelingking di samping luar bagian bawah kuku
(dibagian yang menghadap ibu jari)
17. KC = Karate Chop, yaitu di samping telapak tangan, bagian yang kita guna-
kan untuk mematahkan balok saat karate.
18. GS = Gamut Spot, yaitu dibagian antara perpanjangan tulang jari manis dan
tulang jari kelingking.

Khusus untuk titik terakhir, sambil men-tapping titik tersebut kita melakukan THE 9 GAMUT PROCEDURE. Ini adalah 9 gerakan untuk merangsang bagian otak tertentu. Sembilan gerakan itu dilakukan sambil tapping pada salah satu titik energi tubuh yang dinamakan Gamut Spot, yang terletak diantara ruas tulang jari kelingking dan jari manis.
9 Gerakan itu adalah :
1. Menutup mata
2. Membuka mata
3. Mata digerakkan dengan kuat ke kanan bawah
4. Mata digerakkan dengan kuat ke kiri bawah
5. Memutar bola mata searah jarum jam
6. Memutar bola mata berlawanan arah jarum jam
7. Bergumam dengan berirama selama 3 detik
8. Menghitung 1, 2, 3, 4, 5
9. Bergumam lagi selama 3 detik

Ini adalah langkah yang terlihat aneh dan lucu. Dalam psikoterapi kontemporer, ini disebut teknik EMDR (Eye Movement Desensitization Repatterning).

Setelah menyelesaikan 9 Gamut Procedure, langkah terakhir adalah mengulang lagi tapping dari titik pertama hingga ke-17 (berakhir di Karate Chop). Dan diakhiri dengan mengambil nafas panjang dan menghembuskannya, sambil mengucap rasa syukur, Alhamdullilaah..

Tapping tidak harus dilakukan secara berurutan seperti dikemukakan di atas, bisa secara acak asal dilakukan semua, dan kita boleh melakukannya pada sisi sebelah kiri atau sebelah kanan atau kedua-duanya. Tetapi dianjurkan untuk melakukannya secara berurutan dari bagian tubuh atas ke bagian bawah, seperti tadi disebutkan, agar mudah dihafal.

KELEBIHAN SEFT
- SEFT terbukti efektif, it works in the real world
- Mudah dipelajari dan mudah dipraktikkan oleh siapa saja
- Cepat dirasakan hasilnya
- Sekali belajar bisa digunakan untuk selamanya pada berbagai masalah
- Efektivitasnya relatif permanen
- Jika dipraktikkan dengan benar, tidak ada rasa sakit atau efek samping,
jadi sangat aman dipraktikkan oleh siapapun
- Bisa diterapkan untuk masalah fisik dan emosi apapun.
- Konselor sekolah dapat bekerja jauh lebih efektif dan efisien dengan
mempraktikkan SEFT.

Sumber : Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), Cara Tercepat dan Termudah Mengatasi Berbagai Masalah Fisik dan Emosi, Ahmad Faiz Zainuddin, Arga, Jakarta, 2007.
Pekerjaan Sampingan? Mau, tapi...

Pekerjaan Sampingan? Mau, tapi...

Pekerjaan sampingan? Siapa tidak mau. Ini sama artinya penghasilan tambahan atau ekstra. Bikin dapur makin ngebul. Iya nggak?
Bagaimana dengan teman-teman kita? Puaskah mereka dengan status PNS dan guru yang mereka sandang? Bagaimana mereka menyikapi perlu tidaknya pekerjaan sampingan?
Saya menanyakan ke sejumlah teman-teman kita, ada 11 orang yang menjawab dan hasilnya tidak terlalu mengejutkan. Sebagian besar teman kita mengaku tidak punya pekerjaan sampingan. Dan hanya 3 orang yang menyatakan punya pekerjaan sampingan yang dapat mendatangkan income tambahan. Kok gitu ya? Kurang kreatif? Tak ada kemampuan? Tak ada waktu? Atau, barangkali gaji PNS sudah mencukupi kebutuhan? Inilah jawaban mereka :
Sri Sunarti : Karena sudah banyak tugas dari sekolah.
Rissa : PNS aku tidak punya pekerjaan sampingan karena aku sudah disibukkan dengan pekerjaanku dan sibuk di organisasi kemasyarakatan.
Pujo :Sementara belum punya pekerjaan sambilan, karena saya harus all-out ke tugas kedinasan agar bias memberikan kontribusi yang optimal untuk kemajuan lembaga. Emangnya mau ngasih kerjaan apa?
Kawini : Saya PNS tidak punya sampingan, kalau ada yang mau join kerja sama sih saya mau.
Anis :Tidak punya, masih bingung apa yang dapat saya kerjakan.
Umbul : Maaf ya, kalau aku habis kerja disuruh duduk manis di rumah sama suamiku, jadi yang bisnis sampingan suamiku, gitu lho.
Tersirat dari jawaban teman-teman, kesibukan sebagai PNS yang tidak memungkinkan mereka memikirkan mencari pekerjaan sampingan. Tapi bukan berarti mereka tidak mempunyai penghasilan tambahan. Mungkin banyak yang mempunyai penghasilan yang tidak tetap dari kegiatan yang dilakukan di luar kedinasan. Misalnya ada teman kita yang menyebut kegiatan yang menghasilkan uang bukan sebagai pekerjaan tetap, tapi sekedar hobi. Contohnya mas Nur Aminudin.Dia beternak burung kenari, selain itu, dia juga membantu mengajar kelas konversi Bimbingan Konseling di UPS Tegal.
Lalu ada mas Ali di Tuban yang mengaku cuma bantu-bantu istrinya yang punya toko mracangan. Di luar itu, dia memanfaatkan waktunya buat otak-atik mobil tua sebagai hobi yang UUD. Ujung-Ujungnya Duit juga khan?
Lantas, siapa saja teman kita yang punya dobel income?
Mas Mulyono di Batang, contohnya. Dengan terbuka ia mengatakan punya usaha bertani modern dan beternak yang mengarah ke UKM. Pasti duitnya lumayan tuh. Karena penasaran, saya kejar lagi jawabannya. Bertania dan beternak apa mas? Jawabannya lagi: ternak kambing dan sapi dengan pola kemitraan dengan peternak, lalu bertani padi dan palawija dengan sistem koordinasi atau kepercayaan satu orang. Dia tinggal kontrol seminggu sekali. Wah, hebat juga mas kita yang satu ini. Bisa dijadikan teladan nih.
Sejoli mas Bowo dan mbak Indah di Lawang tak mau kalah jiwa wiraswastanya. Diam-diam mereka punya usaha toko retail, lho. Misinya bukan cuma mendulang rupiah, tapi ada manfaat lain untuk profesi (?) dan mengembangkan keterampilan anaknya yang kebetulan kuliahnya di fakultas ekonomi. Ealah, ini sih namanya sambil nyelam minum air. Awas kelelep lo.
Dari Karanganyar, mbak Muji punya bisnis sampingan yang cukup merakyat, arisan. Bukan arisan uang seperti yang lazim dilakukan, tapi arisan sepeda motor. Tidak main-main, bisnis ini sudah dilakoni cukup lama. Saat ini arisan motornya sudah melibatkan 12 kelompok. Padahal satu kelompok terdiri 50 anggota. Berarti ada 600 anggota arisannya. Dari 12 kelompok tersebut, yang 6 kelompok sudah selesai. Jadi mbak Muji sudah berhasil memberikan 300 sepeda motor kepada anggota arisannya. Hitung saja berapa duit berputar kalau 12 kelompok berhasil dituntaskannya, kalau harga satu motor anggap saja 9juta. Wah, tembus angka 5M, bos.Tepuk tangan dong buat naluri bisnis mbak Muji. Hebatnya lagi, dari 600 anggota itu, yang macet cuma 20 orang. Sekarang pun dia siap membentuk kelompok ke-13. Ayo, siapa mau ikutan. Pasti diterima dengan senang hati. Komisinya dong!
Saya percaya, selain yang telah disebut tadi, masih ada teman-teman kita yang punya pekerjaan sampingan yang cukup prospektif secara finansial. Sebut saja mbak Indra di Sidoarjo. Bisnis sampingannya ada beberapa buah, yang dijalankan secara kongsian dengan mitra bisnisnya. Salah satunya persewaan mobil.
Nah, sekarang terserah sampean. Pilih jadi PNS doang, duduk manis di rumah usai kerja seperti mbak Umbul, monggo! Mau bingung tak tahu apa yang harus dikerjakan, seperti mas Anis, silakan! Atau, pilih saja cara kreatif menggali penghasilan tambahan seperti berhasil dipraktikkan beberapa teman? Tidak ada ruginya dicontoh, bukan? (Tono S)