Hore, Internet Murah!

Hore, Internet Murah!

Kabar gembira, kini berinternet kian murah.
Kaget sekaligus senang, reaksi saya membaca berita Jawa Pos awal tahun ini, bahwa Telkom menurunkan tarif TelkomnetInstant (TI) dari 10ribu/jam menjadi hanya seribu/jam. Wah, asyik nih pikir saya waktu itu.
Penurunan tarif tersebut didasarkan atas pertimbangan: pertama, untuk mendongkrak jumlah netter di Indonesia yang konon cuma 7% dari total populasi. Ini termasuk terendah di kawasan Asean. Kedua, tarif yang berlaku selama ini tidak kompetitif, misalnya dibandingkan Speedy yang juga merupakan produk Telkom, yang cuma 4ribu/jam, padahal kecepatan aksesnya 5kali lebih cepat dibandingkan TI. Dengan penurunan tarif diharapkan peminat TI akan terdongkrak tajam.
Segera saya kabarkan berita tersebut ke mas Sendi. Malah dianya belum tahu, dan ketika ditanyakan ke pihak Telkom setempat, jawabannya belum ada perubahan tarif TI. Saya pun bingung, masak pernyataan di koran bo'ong. Saya lalu coba surfing diinternet, dan ternyata heboh tarif murah itu sedang jadi pembicaraan. Netter umumnya menyambut baik penurunan tarif itu dan menganggap wajar, namun juga ada yang skeptis. Saya coba mencari konfirmasi dari situs www.telkom.co.id, hasilnya belum ada penjelasan soal tarif baru TI.

Dalam suatu kesempatan saya coba tanyakan ke resepsionis Telkom di tempat saya, yang saya tanya juga tidak tahu-menahu. Sampai hari Jumat, 25 Januari lalu, siang-siang saya ditelpon orang Telkom, mengabarkan tarif baru TI yang disebut tarif murah internet. Saya ditawari apakah berminat ikut paket TI dengan tarif 50ribu/bulan untuk pemakaian 25jam, yang disebut paket Limited. Kelebihannya dihitung 50rupiah/menit. Syaratnya, foto kopi KTP, bukti pembayaran rekening bulan terakhir, dan meterai 6ribu. Saya langsung oke saja.
Terjawab sudah, info tarif seribu/jam TI, tidak terbukti. Yang benar 2ribu/jam. Dan ini tidak benar-benar murah.
Sewaktu mendaftar di konter Telkom, saya malah disodori pilihan ikut Speedy. Setahu saya Speedy tarifnya 200ribu/bulan untuk Paket Time Based dengan kuoto 50jam. Berarti per jam 4ribu. Sebelumnya saya sudah pernah ditawari Speedy, tapi saya tolak karena masih lebih murah di warnet dengan membership (2ribu/jam), selain itu, dengan sistem paket, saya dipaksa menghabiskan 50jam/bulan. Emangnya saya kelebihan waktu untuk menghabiskan waktu di depan komputer rata-rata 90menit/hari. Lagipula saya memprediksi, suatu saat Speedy akan mengeluarkan program "eceran", yaitu bayar yang kita pakai.

Eh, ndilalah sekarang Speedy ada program Peduli Pendidikan, dengan tarif diskon 50% bagi yang punya putra/i yang sudah sekolah. Berarti tarifnya sama dengan tarif baru TI, tapi kecepatan koneksinya jauh lebih sip. Jadi mahal lagi dong TelkomnetInstant. Nasibmu TI.
Ayo, sekarang pilih mana? TelkomnetInstant atau Speedy? Mbak Indah di Lawang ambil Speedy, juga mas Sendi di Lampung.
Saya? Masih mikir! Telmi sih. (TonoS)
Badai Di Akhir Tahun

Badai Di Akhir Tahun

31 des 2007.
Sore usai mandi, saya sedang santai menulis di lantai 2, ketika tiba-tiba saya merasakan ke2 telapak tangan bergetar halus. Semula saya kira itu getaran energi Reiki saya yg sedang aktif. Lalu saya merasakan kaca meja tempat menulis ikut bergetar.
Saya pun sadar, itu gempa. Air dalam galon di dekat meja bergerak membentuk gelombang kecil. Seisi rumah tak ada yg menyadari apa yg telah terjadi. Esoknya koran menyebutkan kekuatan gempa tsb 5 skala Richter.
Malamnya, sekitar pk 8 lebih, terjadi hujan lebat secara mendadak, disertai angin bergemuruh. Listrikpun padam. Kilatan petir menerawang jelas dari atap polikarbonet.
Panik, bergegas saya & istri turun ke bawah , berkumpul dg lainnya di ruang tamu. Semua memanjat doa. Saya mendekat void dan menyalurkan Reiki dengang memohon kepada Tuhan agar badai Melani tersebut dialihkan ke laut lepas. Hampir 1/2jam badai pun berangsur reda. Alhamdullilah kami sekeluarga selamat.
Suara terompet memecah kegelapan. Tret...tret...tret.
SELAMAT TAHUN BARU 2008!
(post by phone)