SOAL UJI KOMPETENSI GURU BK

SOAL UJI KOMPETENSI GURU BK

Contoh soal Uji Kompetensi Guru bidang studi BK atau bimbingan dan konseling :
  1. Tunjukkan semua alasan yang saudara ketahui, mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya?
  2. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik?
  3. Tuliskan semua manfaat memahami konselor bila ia terampil menggunakan bermacam-macam teknik asesmen !
  4. Tuliskan pula bahayanya jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya !
  5. Tuliskan pengertian daftar cek masalah dengan kalimat saudara sendiri
  6. Jelaskan untuk apa biasanya daftar cek digunakan dalam kegiatan bimbingan dan konseling
  7. Jelaskan kelebihan penggunaan daftar cek dibanding dengan interview
  8. Tunjukkan alas an saudara, mengapa dalam analisis daftar cek bukan sekedar melihat kuantitas masalah yang dihadapi siswa, tetapi perlu memahami intensitas masalah
  9. Buatlah rumusan dengan kalimat saudara sendiri, apa yang dimaksud dengan sosiometri
  10. Jelaskan apa kegunaan sosiometri dalam bimbingan dan konseling
  11. Jelaskan dari mana saudara bisa mengetahui bahwa seorang siswa terasing di kelasnya jika saudar melihat data sosiogram.
  12. Mengapa interviu memerlukan waktu yang lebih lama? Jelaskan!
  13. Dalam kegiatan konseling interviu merupakan metode yang utama, Beri penjelasan secukupnya!
  14. Dalam menyusun panduan interviu, hal apa yang harus dikuasai oleh interviuer?
  15. Jelaskan pengertian bimbingan dan konseling kelompok yang menyebutkan pada unsur-unsur pokoknya.
  16. Berikan penjelasan tentang perbandingan antara bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan psikoterapi kelompok ditinjau dari , fungsi, anggota, suasana interaksi, dan jumlah anggota.
  17. Jelaskan tujuan umum dan tujuan khusus konseling kelompok.
  18. Berikan ilustrasi kekuatan konseling kelompok bila dibandingkan dengan konseling individual.
  19. Sebut dan jelaskan tiga bentuk pengumpulan orang-orang secara ringkas.
  20. Jelaskan faktor-faktor yang dapat mewujudkan suatu kelompok.
  21. Jelaskan peran anggota kelompok dalam bimbingan kelompok.
  22. Kemantapan, kekompakan kelompok tergantung pada beberapa hal. Jelaskan.
  23. Sebutkan tahapan –tahapan dalam bimbingan dan konseling kelompok dan tujuannya masing-masing.
  24. Bilamanakah pemimpin kelompok diharapkan dapat tampil sebagai contoh dalam tahap pembentukan .?
  25. Apa ciri khas tahap peralihan?
  26. Kemukakan perbedaan yang prinsip dalam tahapan bimbingan kelompok dan konseling kelompok.

Sumber
PROFIL GURU BK DI DUNIA PENDIDIKAN

PROFIL GURU BK DI DUNIA PENDIDIKAN

  Guru BK adalah sosok yang sangat berperan dalam dunia pendidikan, terutama pada ranah bimbingan dan konseling pada siswa/konseli baik yang bermasalah maupun tidak. Namun, bagi beberapa khalayak yang belum mengetahui ciri khas guru BK/Konselor, keberadaan guru BK masih dianggap sebagai sosok seperti intelegen sekolah. Adapun beberapa fenomena tentang guru bimbingan dan konseling atau konselor di lapangan, yaitu :
a.  Dipersepsikan sebagai polisi sekolah oleh siswa maupun masyarakat. Sehingga siswa terkadang enggan untuk bertemu dengan konselor.
b.      Pekerjaan guru BK dipandang lebih mudah dari guru biasa oleh khalayak tertentu.
c.     Masih ada di beberapa sekolah , guru BK berasal dari latar pendidikan yang berbeda, sehingga menimbulkan persepsi negatif pada siswa tentang kemampaunnya dalam pemecahan masalah.
d.  Permasalahan konseli tidak menemukan pemecahan yang diinginkan karena penanganan konselor kurang profesional atau ditangani oleh guru bimbingan konseling yang berlatar pendidikan tidak linier.
Selain pandangan di atas, terkadang pada persepsi tertentu ada suatu kesalahan umum yang dilakukan oleh BK sehingga konseli merasa enggan atau takut  untuk berhadapan dengan konselor.  Berbeda dari mereka yang memiliki pandangan dimana tidak mau terlibat dengan teman sejawatnya dan atau bawahannya atas masalah lain kecuali urusan kerja dan pelaksanaan kerja, sebaliknya memang ada yang lain yang merasa senang dalam mendayagunakan makna bimbingan konseling, tetapi mungkin tidak mengetahui bagaimana harus melakukannya atau mungkin mereka ni mempunyai rasa takut yang salah tentang apa sebenarnya arti mendayagunakan bimbingan konseling.Mereka merasa gugup tidak tahu apa yang harus dikerjakan bila hal itu ia laksanakan, sebelumnya ia perbuat untuk kebaikan orang lain, dimana ia selalu dibayangi oleh perasaan emosional, yang sebenarnya mereka mempunyai potensi untuk itu.
Di bawah ini mencoba mengungkapkan hal-hal yang membuat ada rasa takut sehingga mendorong kedewasaan intelektual dan emosional yang tidak sejalan seperti apa yang diungkapkan di bawah ini :
a.      Mereka terlalu menekankan segala sesuatu dari dirinya dengan satu pemikiran bahwa hal itu akan membantu, padahal mungkin tidak membantu.
b.    Adakalanya mereka memulai sesuatu dengan memuji orang lain, hal ini dapat mematahkan semangat mereka ;
c.      Bergerak langsung pada pemecahan masalah, hal itu mungkin dapat dipakai tetapi terlalu cepat
d.   Mereka selalu berpandangan bahwa bantuan itu artinya melakukan sesuatu untuk seseorang padahal belum tentu demikian halnya ;
e.      Mereka percaya bahwa sedikitnya bantuan yang diminta berupa nasehat yang meyakikan, pada hal tidak perlu.
Dengan memperhatikan hal-hal yang diutarakan di atas, lalu apa yang seharusnya mereka lakukan atau adakah sesuatu yang lain?. Yang tidak ada pada mereka adalah hakekat dari pemahaman yang mendalam mengenai sosok guru bimbingan konseling  yang sebenarnya. Dengan demikian, maka perlulah para konselor berpikir untuk menciptakan ide yang inovatif untuk meningkatkan profesionalitas konselor itu sendiri dalam pemberian layanan dan konseling serta penguasaan kompetensi utuh konselor.