Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
PENERIMAAN PEGAWAI BARU KEMENTERIAN KEUANGAN RI

PENERIMAAN PEGAWAI BARU KEMENTERIAN KEUANGAN RI

KEMENTERIAN KEUANGAN.REPUBLIK INDONESIA
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT
JI. Dr. Wahidin Nomor 1 Jakarta 10710
Telepon : (021) 3449230 eks. 6348 & 3846663 <> Faksimile: 3845724
website: http://www.depkeu.go.id <> e-mail: humas@depkeu.go.id
Nomor : 70 /HMS/2010 t
Tanggal : 1§ April 2010
••
Informasi Awal
Persiapan Penerimaan CPNS Kemenkeu 2010
Kementerian Keuangan diperkirakan akan membuka peluang kerja bagi para lulusan
Sarjana Strata 1 (S1) dan Strata 2 (S2) di tahun 2010 ini. Untuk mendapatkan peluang ini,
dilaksanakan penyaringan yang terdiri dari 4 tahapan, yakni tes potensi akademik, psikotes,
tes kesehatan dan kebugaran, dan wawancara.
Diperkirakan, kebutuhan pegawai baru Kementerian Keuangan tahun ini sebesar
1722 orang. Dimana jumlah tersebut akan dibagi ke dalam 12 unit eselon I sesuai dengan
kebutuhan tiap instansi. Walaupun berbasis keuangan, tampaknya Kementerian Keuangan
tidak hanya memberikan kesempatan bagi sarjana lulusan jurusan Ekonomi dan jurusanjurusan
terkait keuangan lainnya. Kementerian Keuangan pun akan membuka peluang bagi
sarjana lulusan dari jurusan Desain Komunikasi Visual, Ilmu Sejarah, Sastra Arab, Sastra
Jepang, Sastra Cina, Pendidikan Bahasa Indonesia, hingga Pendidikan Matematika.
Persyaratan yang diberikan pada penyaringan kali ini kurang lebih sam a dengan
persyaratan pendaftaran penyaringan CPNS Departemen Keuangan pada tahun 2008.
Persyaratan tersebut terkait dengan usia, kualifikasi pendidikan, Indeks Prestasi Kumulatif,
kesehatan, dan kesediaan penempatan saat lulus nantinya. Informasi lengkap mengenai
persyaratan dan tata cara pendaftaran secara lengkap dan resmi akan diumumkan pada
awal bulan Mei 2010. Pendaftaran penyaringan ini secara keseluruhan akan dilaksanakan
secara online.
Namun, calon peserta diharapkan sudah mempersiapkan segala keperluan sejak dini
khususnya yang terkait dengan kebutuhan administrasi, misal Surat Keterangan Sehat,
Surat Keterangan Kelakuan Baik, Kartu Kuning, dan Legalisir Ijazah. Selain itu, tampaknya
dalam pelaksanaan proses peneri~~an nanti, grading penerimaan akan diperketat dari
tahun-tahun sebelumnya terutama untuk hal-hal yang terkait dengan integritas dan
kompetensi dasar. Khusus untuk tes kesehatan dan kebugaran akan disesuaikan dengan
standar yang ada, maka setiap peserta harus berada dalam kondisi yang benar-benar sehat
dan tidak dalam kondisi yang memberatkan, misal hamil.
Soeratin
08291988021001
TUNJANGAN PROFESI  GURU TETAP DIBAYAR

TUNJANGAN PROFESI GURU TETAP DIBAYAR

Tunjangan Profesi Tetap Dibayarkan
Selasa, 31 Maret 2009 | 03:29 WIB

JAkarta, Kompas - Pemerintah menjamin pemberian tunjangan profesi untuk guru dan dosen akan tetap dibayarkan. Untuk itu, pemerintah akan segera mempercepat terbitnya peraturan pemerintah dan peraturan presiden yang menjadi landasan hukum pemberian tunjangan profesi.

”Surat Menteri Keuangan kepada Menteri Pendidikan dan Menteri Agama itu semangatnya tidak untuk membatalkan tunjangan profesi. Namun, tujuannya agar kami mempercepat penyelesaian peraturan pemerintah tentang dosen dan peraturan presiden soal tunjangan profesi. Pokoknya, sebelum Juni kedua instrumen itu sudah diselesaikan,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo di Jakarta, Senin (30/3).

Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-145/MK05/2009 tertanggal 12 Maret 2009 soal pembayaran tunjangan profesi guru dan dosen pegawai negeri sipil (PNS)/non-PNS pada Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama dinyatakan, jika sampai akhir Juni 2009 peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (perpres) tentang tunjangan profesi belum ditetapkan, pembayaran tunjangan profesi untuk sementara dihentikan.

Surat itu juga menegaskan, jika sampai akhir tahun 2009 PP dan perpres mengenai tunjangan profesi guru dan dosen belum juga ditetapkan, maka tunjangan profesi yang telanjur dibayarkan kepada guru akan dipotong secara bertahap dari gaji bulanan sesuai ketentuan.

Berikan jaminan

Bambang mengatakan, jaminan sudah diberikan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa bahwa kedua instrumen yang sudah disepakati beberapa departemen terkait itu bisa ditetapkan pemerintah sebelum Juni.

Menurut Bambang, pemberian tunjangan profesi bagi guru serta dosen PNS dan swasta yang sudah memenuhi syarat dengan nilai sebesar satu kali gaji pokok tersebut tetap dibayarkan. Kebijakan pemberian tunjangan profesi itu merupakan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang tidak bisa dihentikan begitu saja, termasuk juga oleh pemerintahan berikutnya seusai Pemilu 2009.

Bambang mengatakan, secara teknis kedua instrumen hukum yang diminta Departemen Keuangan itu terus digarap, bahkan dipercepat. Selama ini, pemberian tunjangan profesi untuk guru dan dosen di lingkungan Depdiknas tetap bisa dilaksanakan dengan adanya peraturan Mendiknas.

”Jadi, sebetulnya tak ada masalah meskipun perpresnya belum diselesaikan. Yang belum mengucur adalah tunjangan profesi untuk guru di Departemen Agama,” katanya.

Mendiknas mengatakan, terkait tunjangan profesi di Departemen Agama, Menteri Agama telah menulis surat edaran kepada semua kantor wilayah di Departemen Agama agar segera membayarkan tunjangan profesi guru dan dosen di lingkungan Departemen Agama karena sudah boleh dibayarkan.

Bambang mengakui masih ada permasalahan dalam pembayaran tunjangan profesi bagi pendidik yang berhak. Banyak tunjangan guru dan dosen yang belum bisa dibayarkan karena terbentur masalah administrasi.

Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nadika menambahkan, para guru yang akan menerima tunjangan profesi akan dinilai melalui beberapa hal.

”Para guru yang pantas menerima tunjangan adalah guru yang tetap, dibuktikan dengan SK PNS atau SK dari yayasannya. Selain itu, mereka harus mengajar sedikitnya 24 jam dalam seminggu,” kata Dodi. (ELN)
MENELISIK KENAIKAN PANGKAT GURU DARI  IV/A  S.D  IV/E

MENELISIK KENAIKAN PANGKAT GURU DARI IV/A S.D IV/E

Tingkat kenaikan jabatan fungsional guru ke IV/b sangat rendah, rata-rata 1% sampai 2% saja, disinyalir penyebabnya keengganan guru membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK), lebih ekstrim lagi guru gol.IV/a banyak yang tidak mampu membuat PTK ?
Pertanyaanya apakah betul banyak guru yang tidak mampu membuat PTK ? ini hal yang mutahil ! nah kalok begitu kenapa banyak guru enggan membuat PTK yang terkait dengan kenaikan pangkat ke IV/b ? Penyebabnya adalah biaya yang dikeluarkan untuk naik ke IV/b tidak seimbang dengan hasil yang didapat dari kenaikan pangkat tersebut.

Dalam hitung-hitungan, untuk breakevenpoint (kembali modal) membutuhkan waktu 2 tahun 5 bulan, dalam kebanyakan pengurusan kenaikan pangkat ke IV/b membutuhkan biaya 3 juta rp sampai dengan 4,5 juta rp ( ini sudah menjadi rahasia umum ) sedangkan kenaikan jagi pokok dari IV/a ke IV/b hanya 102.800 untuk masa kerja 18 tahun 3.000.000/102.800 = 29,18287938 bulan baru bisa pulang modal,(lihat tabel jagi poko PNS tahun 2009 ) selanjutnya naik lagi ke IV/c biaya lagi dan seterus sampai ke IV/e biayanya semakin besar.

Dari gambaran di atas jelas banyak guru yang malas untuk naik pangkat sampai ke IV/e, paling tinggi ya itu IV/a, bukan tidak dapat membuat PTK, karena PTK juga dapat ditolak oleh tim penilai, PTK yang baik biasanya yang sesuai dengan selera tim penilai, disini guru diharuskan (kalau tidak dapat dikatakan dipaksa )konsultasi dengan tim penilai yang kadang kala membutuhkan waktu, tenaga pikiran dan biaya yang cukup banyak, apalagi tim penilai merupakan sindikat pengurusan kenaikan pangkat dalam artian tidak transparan. Yang pasti untuk ngurus kenaikan pangkat ke IV/b guru banyak meninggalkan tugas pokoknya sebagai pengajar dan pendidik

Apa Kontribusi Pangkat Tinggi untuk Seorang Guru

Di dalam masyarakat tidak terekspresikan
Kenaikan penghasilan tidak signifikan
Tingkat profesional seorang guru tidak diukur dari tingginya pangkat ( apalagi PTK di buatkan oleh tim penilai )

Jadi jelas mengapa banyak guru malas ngurus kenaikan pangkat dari IV/a ke IV/b ?!
Kata kebanyakan gak cucok. S1 bila diterima PNS jagi pokoknya Rp 1.655.800,- dengan pengalaman kerja 0 tahun, sedangkan buat PTK sulitnya hampir sama dengan buat skripsi S1 hanya dihargai Rp 102.800,- untuk masa kerja 18 tahun, nah kan opo tumon.
(kontributor kalirejo lpg )
Sang Preman Guru

Sang Preman Guru

Setiap kali membaca atau mendengar berita tentang kekerasan guru terhadap siswa, selalu timbul rasa was-was di hati saya terhadap identitas oknum pelakunya. Jangan-jangan pelakunya adalah konselor sekolah. Seperti yang belum lama ini cukup gencar diberitakan, seorang guru di Gorontalo, seperti diabadikan dengan kamera HP salah satu siswa sekolah tersebut, terlihat sedang menampari satu persatu siswanya. Ini hanyalah sebuah kasus yang sempat terekspos di media. Saya yakin banyak kejadian serupa, lebih kecil atau lebih besar bobot kekerasannya, terjadi sehari-hari di sekolah-sekolah di Indonesia ini yang dilakukan sang oknum guru terhadap para siswanya.

Apapun alasannya, bentuk-bentuk kekerasan (fisik maupun nonfisik) maupun pelecehan (seksual) guru terhadap muridnya, tidak bisa dibenarkan. Guru yang menerapkan hukuman fisik atas nama penegakan disiplin maupun metode pendidikan, adalah guru yang salah kaprah, keblinger dan semau gue, mau enak dan mudahnya saja dalam memaknai arti dan fungsi mendidik. Hukuman fisik adalah wujud otoritarian seorang guru terhadap siswa yang tidak mengikuti aturannya. Di sini guru menempatkan diri sebagai penguasa tunggal di kelas dan sekolah, dan siswa adalah hamba yang tidak berdaya.
Tugas guru adalah membangun sikap dan kebiasaan positif pada siswanya yang terbentuk melalui proses internalisasi. Awalnya guru mengajari tentang nilai-nilai kebaikan dengan segala manfaatnya dan kerugian dan konsekuensi jika melanggarnya, lalu ia meneladankan melalui sikap dan perilakunya, berikutnya siswa menyerap nilai-nilai kebaikan itu sebagai pedoman hidupnya dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah proses internalisasi. Siswa bersikap baik dan positif dengan kesadaran bahwa hal itu memang seharusnya dilakukan, bukan karena dipaksa gurunya, terikat peraturan sekolah, atau lebih celaka, takut dihukum jika tidak melakukannya.

Ancaman dan hukuman fisik tidak akan mampu membentuk pribadi yang baik, ini hanya efektif mengubah perilaku positif sesaat; berlaku baik, taat, disiplin hanya karena takut dihukum, bukan atas kesadaran dari dalam diri. Hukuman fisik bukan tehnik mendidik yang efektif.
Hukuman fisik meninggalkan trauma psikologis bagi korbannya.
Hukuman fisik mencederai harga diri.
Hukuman fisik menumbuhkan motif membalas.
Bahkan kekerasan yang dianggap sebagai kebiasaan lumrah di sebuah lembaga pendidikan negara, nyata-nyata hanya melahirkan tindakan balas dendam terhadap angkatan dibawahnya, yang berlabel: wajar-wajar saja.

Sudah tidak jamannya lagi guru berperan sebagai tukang hukum siswanya. Hare gene mukul siswa, nggak usah la yauw.
Guru modern harus lebih menempatkan siswa dalam posisi sejajar. Pola otoritarian dalam proses mengajar diganti dengan pola dialogis. Jangan sok paling tahu hanya karena berpredikat guru. Jangan sok tersinggung jika siswa mempunyai pendapat berbeda.

Jangan jadi guru jika tidak mampu berperan sebagai guru.
Jangan jadi guru jika tidak mempunyai kapabilitas sebagai pendidik.
Jangan jadi guru jika tidak mempunyai kestabilan emosi.
Jangan jadi guru jika tidak berjiwa demokratis.
Jangan jadi guru jika tidak mampu digugu lan ditiru.

kesimpulannya, guru yang menerapkan hukuman fisik sebagai bentuk pendisiplinan adalah guru yang telah gagal berfungsi sebagai pendidik. Mungkin istilah yang tepat untuk oknum semacam itu adalah : preman guru. Lebih mengerikan jika sang oknum itu seorang konselor. Jadilah ia: preman konselor.
Awas, dicari polisi loh!
SUSAHNYA UNTUK JADI GURU PROFESIONAL YANG SEJAHTERA

SUSAHNYA UNTUK JADI GURU PROFESIONAL YANG SEJAHTERA

Hadapi segala kehidupan dan penghidupan dengan ikhlas dan senyum.
Tamankan dalam diri bahwa mendidik dan mengajar adalah petualangan yang menyenangkan dan mengasyikan.
Berimprovisasi, berkreasi, berinovasi dalam dunia pendidikan dan pengajaran, ini kenikmatan seorang guru.
Bersahabatlah dengan waktu, gunakan waktu secara optimal dia akan membuat anda beruntung.
Akrab dengan teknologi informasi, dia akan membantu anda ke arah yang lebih maju.
Akrab dengan lingkungan, anda akan di hargai lingkungan anda.
Suka membaca dan menulis , anda akan terhindar dari kepikunan dan anda hidup walau mati.
Jadilah informan yang selalu siap menjawab persoalan, anda akan dibutuhkan oleh siapapun.
Nah suuuuusahkan !
Perlu energy, pikiran, dan membuutuhkan biaya, kan sudah ada tunjangan professional guru (serttifikasi) di tambah kenaikan gaji pokok 15% dan kenaikan gaji guru 100%.
Jadi tidak ada alasan untuk tidak mempercepat keprofesionalismean anda !!!!!!

OKEY !!!!!!!!
PROFESIONALISASI PEMBELAJARAN

PROFESIONALISASI PEMBELAJARAN

Sejak tahun 2006 di seluruh Indonesia sudah ada ratusan ribu guru yang lulus sertifikasi, artinya para guru yang telah mendapat sertifikat berpredikat guru profesional, selanjutnya mereka berkewajiban melaksanakan tugas sesuai dengan undang-undang sistem pendidikan nasional, walaupun tidak semua guru yang besertifikat dapat melaksanakan tugas sesuai undang-undang sisdiknas (penulis belum dapat sepenuhnya melaksanakan apa yang diamanatkan UU-sisdiknas),bagaimana dengan pemerintah ? Masysarakat pendidikan sudah tahu hal ini.
Profesional itu apa sih ?
Kalau menurut orang pinter. Jelas, profesionalisme tidak identik dengan pendidikan tinggi. Yang utama adalah sikap dasar atau mentalitas. Maka seorang pengukir batu di pelosok Bali misalnya, meskipun tidak lulus SMP, namun sanggup mengukir dengan segenap hati sampai dihasilkan suatu karya ukir terhalus dan terbaik, sebenarnya adalah seorang profesional. Seorang guru SD di udik Papua yang mengajar dengan segenap dedikasi demi kecerdasan murid-muridnya adalah seorang profesional.
Gampang-gampang susah
Untuk menjadi guru profesional gampang-gampang susah, gampang bila seorang guru punya nyali (ini yang utama) kenapa nyali ? Kan semua gerak manusia berasal dari nyali, bila seorang guru punya nyali dapat dipastikan semua kegiatan proses pendidikan akan dapat dilaksanakan dengan mudah, guru akan lebih berani mengekspresikan diri sepenuh hati dalam dunia pendidikan. Termasuk juga pemerintah harus punya nyali untuk memenuhi amanat UU-sisdiknas.
Menjadi guru yang baik, dikagumi dan dihormati oleh anak didik, masyarakat sekitar dan rekan seprofesi.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mendapat pengakuan sebagai guru yang baik dan berhasil.
Pertama. Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima. Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelasa tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.
Kedua. Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda.
Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.
Ketiga. Berusahalah selalu ceria di muka kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.
Keempat. Kendalikan emosi. Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emasinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.
Kelima. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak beranibertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil.
Keenam. Memiliki rasa malu dan rasa takut. Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.
Ketujuh. Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya. Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merigikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong bajaj berlalu.”
Kedelapan. Tidak angkuh di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun panggillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.
Kesembilan. Berlakulah adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.
Memiliki kemauan inovasi
Saatnya guru dalam proses pembelajaran dapat menggunakan teknologi informasi komputer, sehingga dapat mengoptimalkan proses pembelajaran, menggunakan internet untuk download bahan ajar, menggunakan power point, flas player, animasi dalam proses pembelajaran, komputerisasi proses pembelajaran akan lebih menyenangkan peserta pembelajaran, yang pada akhirnya hasil pembelajaran akan optimal. Disini berarti guru dipaksa oleh tuntutan zaman untuk dapat mengoprasikan komputer, laptop merupakan solusi untuk itu, naah kan perlu dana untuk semua itu.
Berapa Penghasilan Guru Indonesia ?
Untuk beli laptop yang mutakhir harus dengan cara kredit, sebab kebanyakan guru Indonesia tidak punya deposito yang memadai. Selamat berjuang para guru Indonesia !!!!
(Dari sendi SMAN Sukoharjo Tanggamus Lampung.)
Pekerjaan Sampingan? Mau, tapi...

Pekerjaan Sampingan? Mau, tapi...

Pekerjaan sampingan? Siapa tidak mau. Ini sama artinya penghasilan tambahan atau ekstra. Bikin dapur makin ngebul. Iya nggak?
Bagaimana dengan teman-teman kita? Puaskah mereka dengan status PNS dan guru yang mereka sandang? Bagaimana mereka menyikapi perlu tidaknya pekerjaan sampingan?
Saya menanyakan ke sejumlah teman-teman kita, ada 11 orang yang menjawab dan hasilnya tidak terlalu mengejutkan. Sebagian besar teman kita mengaku tidak punya pekerjaan sampingan. Dan hanya 3 orang yang menyatakan punya pekerjaan sampingan yang dapat mendatangkan income tambahan. Kok gitu ya? Kurang kreatif? Tak ada kemampuan? Tak ada waktu? Atau, barangkali gaji PNS sudah mencukupi kebutuhan? Inilah jawaban mereka :
Sri Sunarti : Karena sudah banyak tugas dari sekolah.
Rissa : PNS aku tidak punya pekerjaan sampingan karena aku sudah disibukkan dengan pekerjaanku dan sibuk di organisasi kemasyarakatan.
Pujo :Sementara belum punya pekerjaan sambilan, karena saya harus all-out ke tugas kedinasan agar bias memberikan kontribusi yang optimal untuk kemajuan lembaga. Emangnya mau ngasih kerjaan apa?
Kawini : Saya PNS tidak punya sampingan, kalau ada yang mau join kerja sama sih saya mau.
Anis :Tidak punya, masih bingung apa yang dapat saya kerjakan.
Umbul : Maaf ya, kalau aku habis kerja disuruh duduk manis di rumah sama suamiku, jadi yang bisnis sampingan suamiku, gitu lho.
Tersirat dari jawaban teman-teman, kesibukan sebagai PNS yang tidak memungkinkan mereka memikirkan mencari pekerjaan sampingan. Tapi bukan berarti mereka tidak mempunyai penghasilan tambahan. Mungkin banyak yang mempunyai penghasilan yang tidak tetap dari kegiatan yang dilakukan di luar kedinasan. Misalnya ada teman kita yang menyebut kegiatan yang menghasilkan uang bukan sebagai pekerjaan tetap, tapi sekedar hobi. Contohnya mas Nur Aminudin.Dia beternak burung kenari, selain itu, dia juga membantu mengajar kelas konversi Bimbingan Konseling di UPS Tegal.
Lalu ada mas Ali di Tuban yang mengaku cuma bantu-bantu istrinya yang punya toko mracangan. Di luar itu, dia memanfaatkan waktunya buat otak-atik mobil tua sebagai hobi yang UUD. Ujung-Ujungnya Duit juga khan?
Lantas, siapa saja teman kita yang punya dobel income?
Mas Mulyono di Batang, contohnya. Dengan terbuka ia mengatakan punya usaha bertani modern dan beternak yang mengarah ke UKM. Pasti duitnya lumayan tuh. Karena penasaran, saya kejar lagi jawabannya. Bertania dan beternak apa mas? Jawabannya lagi: ternak kambing dan sapi dengan pola kemitraan dengan peternak, lalu bertani padi dan palawija dengan sistem koordinasi atau kepercayaan satu orang. Dia tinggal kontrol seminggu sekali. Wah, hebat juga mas kita yang satu ini. Bisa dijadikan teladan nih.
Sejoli mas Bowo dan mbak Indah di Lawang tak mau kalah jiwa wiraswastanya. Diam-diam mereka punya usaha toko retail, lho. Misinya bukan cuma mendulang rupiah, tapi ada manfaat lain untuk profesi (?) dan mengembangkan keterampilan anaknya yang kebetulan kuliahnya di fakultas ekonomi. Ealah, ini sih namanya sambil nyelam minum air. Awas kelelep lo.
Dari Karanganyar, mbak Muji punya bisnis sampingan yang cukup merakyat, arisan. Bukan arisan uang seperti yang lazim dilakukan, tapi arisan sepeda motor. Tidak main-main, bisnis ini sudah dilakoni cukup lama. Saat ini arisan motornya sudah melibatkan 12 kelompok. Padahal satu kelompok terdiri 50 anggota. Berarti ada 600 anggota arisannya. Dari 12 kelompok tersebut, yang 6 kelompok sudah selesai. Jadi mbak Muji sudah berhasil memberikan 300 sepeda motor kepada anggota arisannya. Hitung saja berapa duit berputar kalau 12 kelompok berhasil dituntaskannya, kalau harga satu motor anggap saja 9juta. Wah, tembus angka 5M, bos.Tepuk tangan dong buat naluri bisnis mbak Muji. Hebatnya lagi, dari 600 anggota itu, yang macet cuma 20 orang. Sekarang pun dia siap membentuk kelompok ke-13. Ayo, siapa mau ikutan. Pasti diterima dengan senang hati. Komisinya dong!
Saya percaya, selain yang telah disebut tadi, masih ada teman-teman kita yang punya pekerjaan sampingan yang cukup prospektif secara finansial. Sebut saja mbak Indra di Sidoarjo. Bisnis sampingannya ada beberapa buah, yang dijalankan secara kongsian dengan mitra bisnisnya. Salah satunya persewaan mobil.
Nah, sekarang terserah sampean. Pilih jadi PNS doang, duduk manis di rumah usai kerja seperti mbak Umbul, monggo! Mau bingung tak tahu apa yang harus dikerjakan, seperti mas Anis, silakan! Atau, pilih saja cara kreatif menggali penghasilan tambahan seperti berhasil dipraktikkan beberapa teman? Tidak ada ruginya dicontoh, bukan? (Tono S)