Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan

CYBER COUNSELING, KONSELING MELALUI DUNIA MAYA

Di zaman modern ini, setiap individu termasuk siswa dituntut siap bersaing meraih kualitas hidup agar dapat mandiri. Tak jarang, dalam proses mencapai kemandirian itu siswa menghadapi masalah yang membebani perkembangan fisik dan psikologisnya. Kadang, permasalahan tersebut tidak mampu diatasi sendiri oleh siswa. Mereka memerlukan pelayanan yang secara sistematis mampu membantu mengentaskan masalah yang dihadapinya sehingga ia mampu mengembangkan dirinya ke arah peningkatan kualitas kehidupan efektif sehari-hari (effektive daily living).

Konseling perorangan merupakan salah satu jenis layanan yang dapat dilaksanakan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) untuk membantu siswa dalam memecahkan  masalah. Andi Mapiare (1984) mendefinisikan konseling perorangan sebagai usaha membantu klien secara tatap muka dengan tujuan klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap masalah yang dihadapi. Dari definisi konseling tersebut, jelas bahwa dalam melaksanakan konseling perorangan antara konselor dan klien harus tatap muka secara face to face.

Lantas bagaimana jika ada siswa yang sedang menghadapi masalah genting dan ingin konseling dengan guru BK tetapi tidak memungkinkan bertatap muka karena perbedaan tempat? Coba bayangkan, ketika ada siswa yang berada jauh dari guru BK menelpon sambil menangis, “Bunda…tolong saya! Saya bingung bunda, saya ingin mati saja. Sekarang saya ingin curhat dengan Bunda.” Apakah guru BK harus menolaknya hanya karena tidak dapat bertatap muka secara face to face dengan klien?

Didasari hati yang tulus ingin membantu sesama, saya sebagai guru BK tentu akan berusaha membantu siswa tersebut dengan tetap face to face meskipun berbeda tempat, di luar negeri sekalipun. Inovasi yang saya lakukan yaitu konseling melalui dunia maya (cyber counseling).

Di era zaman teknologi ini hampir semua sekolah menyediakan jaringan internet sehingga cyber counseling cukup mudah dilakukan oleh guru BK. Strategi ini sangat efektif untuk mengatasi kendala kesulitan tatap muka antara konselor dan klien yang berjauhan tempat.

Dengan melakukan cyber counseling berarti konselor dalam melaksanakan tugasnya telah berdasar pada landasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, interaksi antara konselor dengan klien tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet, dalam bentuk cyber counseling.

Yang saya maksud konseling melalui dunia maya adalah dengan memanfaatkan telepon video atau video call di jejaring sosial facebook. Dengan model konseling ini, konselor dan klien tetap dapat bertatap muka dan berkomunikasi lisan sebagai inti konseling. Konselor tetap dapat menunjukkan empati dan perhatian penuh pada klien, melihat mimik dan gerak gerik klien, dan saling berkomunikasi verbal.

Saya percaya jika sebagian besar guru BK sudah sangat akrab dan sering memanfaatkan jejaring sosial facebook untuk berkomunikasi dengan teman, sehingga saya tidak akan menjelaskan tentang cara membuat akun facebook.

Dalam tulisan akan saya paparkan tentang etika melaksanakan cyber counseling dan proses konseling melalui face book


Etika Cyber Counseling

Untuk dapat menyelenggarakan cybercounseling, ada beberapa etika yang perlu diperhatikan. Pertama adalah hal yang berkaitan dengan posisi konselor dan klien. Dalam hal ini hendaklah konselor sepenuhnya mencurahkan perhatian kepada klien dan klien dapat sepenuhnya memperhatikan konselor. Klien benar-benar melihat dan merasakan bahwa konselor dalam kondisi selalu memperhatikan diri klien dan permasalahannya. Selama konseling, suara, mimik, gerak-gerik klien dan konselor jelas ditangkap oleh kedua belah pihak, dan keduanya merasa dekat satu sama lain. Dengan demikian selama proses konseling melalui telepon video di facebook hendaknya konselor dan klien selalu di depan kamera sehingga dapat saling melihat.

Kedua, etika yang berhubungan dengan asas konseling perorangan. Ada beberapa asas yang perlu dipegang teguh dalam melaksananan cybercounseling, yaitu (1) Asas kerahasiaan yang menuntut dijaminnya semua rahasia pribadi klien. Keyakinan klien akan adanya perlindungan yang demikian itu menjadi jaminan untuk suksesnya konseling. Konselor tidak boleh merekam proses cyber counseling tanpa izin klien. Selama proses konseling melalui telelpon video tidak boleh ada orang lain di sekitar konselor atau klien, (2) Asas kesukarelaan dan keterbukaan, menuntut adanya kesukarelaan penuh dari klien untuk menjalani proses konseling. Adanya kesukarelaan pada klien diharapkan akan muncul keterbukaan klien pada konselor yang menunjang keberhasilan konseling, (3) Asas kenormatifan yang menuntut adanya kaidah dan norma yang berlaku, baik norma agama, adat, hukum, dan kebiasaan selama cyber counseling. Sebelum proses konseling melaluitelepon video alangkah baiknya jika konselor menyampaikan aturan-aturan kepada klien, misalnya pakaian harus sopan, dan (4) Asas kemandirian, yaitu keputusan diambil oleh klien sendiri dan sanggup menanggung resiko akibat keputusannya tersebut.

Ketiga, hal yang berkaitan dengan keterampilan konseling. Selama cyber counseling konselor dituntut terus menggunakan keterampilan konseling, mulai dari attending (penerimaan), responding (merespon), understanding (pemahaman), personalizing (mempersonalisasikan), acting (pengambilan tindakan), dan initiating (menginisiasiakan). Penggunaan media teknologi telepon video hendaklah tidak jadi penghalang konselor untuk melakukan keterampilan konseling. Melalui telelpon video facebook, konselor tetap dapat menunjukkan sikap penerimaan terhadap klien, baik melalui kontak mata, gerak tubuh, ekspresi wajah, maupun ungkapan verbal. Konselor dapat melihat dan mendengarkan klien dan klien dapat melihat dan mendengar respon dari konselor.


Bagaimana Konseling Melalui Video Call Facebook

Untuk dapat meyelenggarakan konseling melalui panggilan video di facebook , konselor dan klien harus sudah terhubung sebagai teman. Sebelum konseling dimulai sebaiknya klien dan konselor membuat kesepakatan waktu pelaksanaan yang bisa dilakukan melalui pesan ataupun obrolan di facebook. Kesepakatan waktu penting dilakukan agar keduanya dapat bersama-sama on line di facebook. Konseling melalui telepon video facebook hanya dapat dilakukan jika konselor dan klien sama-sama on line.

Lalu bagaimana cara melalukan konseling melalui telepon video facebook? Cara menggunakan video call atau panggilan telepon facebook untuk konseling adalah (1) Konselor dan klien menghidupkan percakapan facebook, (2) Buka halaman facebook video calling, lalu klik tombol telepon di bagian atas profil konselor atau klien tergantung siapa yang menghubungi, (3) Di halaman tersebut akan tersedia tombol mulai. Baik konselor atau klien dapat memangil terlebih dahulu dengan mengklik tombol mulai, (4). Jika klien yang memanggil konselor, maka di layar konselor akan muncul tobol jawab telepon. Untuk menjawab panggilan, klik tombol jawab tersebut.

Ketika konselor dan klien sudah terhubung melalui video call facebook, di layar monitor konselor akan muncul gambar hidup klien, dan sebaliknya, Artinya, konselor dan klien sudah bertatap muka.

Karena inti dari proses konseling adalah dengan wawancara, maka konselor dan klien harus dapat saling mendengar dan berkomunikasi verbal. Oleh sebab itu keduanya perlu menggunakan earphone yang terhubung ke laptop.

Selanjutnya proses konseling berjalan seperti biasa, sama ketika konselor dan klien berdekatan dan tatap muka langsung. Jika ingin mengakhiri, klik tombol tutup video.

Tak kalah penting, untuk kesuksesan konseling melalui video call facebook, diperlukan elemen-elemen kunci. Truax daCarkhuf (1967) mengemukakan elemen kunci konseling perorangan tersebut adalah, (1) pemahaman empatik yang akurat bukan hanya menyangkut kepekaan konselor terhadap perasaan-perasaan klien, tetapi juga mencakup kemampuan konselor dalam mengkomunukasikan pemahaman tersebut, (2) kehangatan yang tidak dibuat-buat (non possive warmith), berarti bahwa konselor tidak menilai pribadi klien, tidak menuntut syarat-syarat tertentu pada klien, dan menerima serta mengayomi konselor sebagai individu, (3) ketulusan (genuineness), konselor bersikap wajar, tidak bersandiwara, tidak berbeda apa yang dikatakan dan apa yang di hatinya, dan obyektif, dan (4) kekongkritan dan kekhasan (concreteness dan specificity), yaitu pernyataan konselor mengacu kepada perasaan, pengalaman, dan perilaku khusus klien.

Selama konseling melalui video call facebook idealnya konselor tetap bisa menunjukkan kepribadian efektif tersebut. Apa pun yang dilihat konselor tentang klien melalui facebooknya (status, foto, komentar teman), hendaklah tidak dijadikan acuan untuk menilai klien, tetapi tetap berpikir obyektif dan menerima klien tanpa syarat.

Bagi teman-teman guru BK atau siswa yang akan melakukan konseling melalui video call facebook, pastikan bahwa laptop keduanya sudah diinstal soft ware video call facebook. Jika belum, maka konselor dan klien perlu mengunduh filenya melalui google. Klik dan simpan untuk mempersiapkan telepon video facebook dan jalankan file yang diunduh. Setelah persiapan selesai, siap nikmati konseling melalui video call.

Dari penjelasan di atas, jelas bahwa proses konseling melalui video call face book tidak mengurangi kualitas hubungan antara konselor dan klien. Konselor tetap dapat mendengar suara klien, melihat gerak tubuh, ekspresi wajah, dan semua kondisi fisik serta ekspresi emosi klien. Konselor tetap dapat menerapkan keterampilan konseling individual baik secara verbal maupun non verbal. Sebaliknya, klien juga dapat mengekpresikan perasannya, menceritakan masalahnya, dan melakukan komunikasi verbal dengan konselor. Dengan kata lain, semua prinsip konseling individual terpenuhi dalam cyber counseling.

Akhirnya, saya mengajak para guru BK untuk terus berinovasi dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru BK profesional. Semoga tulisan ini dapat membantu guru BK untuk terus meningkatkan pelayanan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan kita. Jarak tempat tidak perlu menjadi penghalang karena teknologi sudah memfasilitasi kita tuk terus melakukan tugas kemanusiaan.

Selamat melakukan konseling video call dari facebook. Sungguh bahagia ketika kita dapat membantu sesama. Di bawah ini saya lampirkan panduan berupa gambar untuk lebih memudahkan teman-teman guru BK belajar cybercounseling.

Oleh. Dra. Rudi Mulyatiningsih, M.Pd


sumber : Kompasiana.com


Tampilan di layar klien ketika akan memanggil konselor melalui video 

Tampilan layar konselor sebelum menjawab telepon dari klien.

Tampilan di layar konselor sesudah video call terhubung dengan klien

Tampilan di layar klien pada saat proses konseling melalui video call face book

Milis BK, nasibmu....

Milis BK, nasibmu....

Salah satu agenda saya ketika berselancar di dunia maya adalah melakukan searching atas sua topik tertentu, melalui engine search google maupun yahoo.
Sampai sekitar setengah tahun lalu, saat saya jelajahi hasil pencarian dari kata “bimbingan dan konseling” maupun “bimbingan dan penyuluhan” di kedua situs tersebut, tidak banyak informasi baru dari pencarian sebelumnya. Ini bisa diartikan tidak banyak perubahan – hal-hal yang baru - terjadi dalam dunia bimbingan konseling kita, karena pada era sekarang apa yang terjadi di muka bumi ini, updated-nya bisa ditemukan di internet.
Terakhir kali, dua hari lewat, saya coba searching di milis Yahoo maupun Google, untuk mengetahui apakah ada milis tentang BK. Hasilnya, ada belasan milis yang berkaitan dengan BK. Saya telusuri satu persatu, ada beraneka pemilik milis. Ada yang dibuat konselor sebagai media komunikasi dengan siswanya, ada yang diprakarsai mahasiswa BK, ada yang berupa milis alumni BK. Dilihat dari membernya, ada yang bahkan mencapai 120 orang (wah hebat, pikir saya), ada yang jumlahnya dalam hitungan jari, dan ada yang cuma satu orang, ya pemilik milisnya itu sendiri.
Satu hal yang menyamakan milis-milis tersebut, hampir semua milis yang dibuat orang BK itu minim aktivitasnya. Malah sebuah milis yang dibuat sebagai wadah para konselor di ibukota, yang resminya memiliki 153 members, tapi faktanya tak ada aktivitasnya. Artinya, walaupun banyak anggotanya, tidak menjamin sebuah milis bisa hidup dan berkembang kalau tidak ada yang melakukan posting.
Diantara milis yang aktif, ada 1 yang menarik. Yaitu milis Ikatan Alumni BK Universitas Atmajaya yang beralamat di alumni-ppb-fkip-bk-atma-jaya-jkt@googlegroups.com
Yang terakhir ini, boleh diacungi jempol. Benar-benar berkembang seperti bisa dilihat dari aktivitas postingannya yang mencapai 519 messages.
Bagaimana dengan kita?
Tahu sendiri nasib blog tercinta (?) ini. Hidup enggan mati tak mau. Apa mau bikin milis? Siapa jamin nasibnya tidak miwon (sami mawon) dengan Ikabela?
Dari segi praktisnya sih, lebih simple blog. Asal ada kolom komentar atau buku tamunya, siapa pun bisa partisipasi. Kalau milis, harus punya email dan register dulu untuk join.
Tapi ya terserah kalau ada yang coba bikin milis BK UNS.
Siapa tahu angkatan lain berminat memulai.
Ayo!
Diam itu tidak selalu berarti emas lo!
KONSELOR DAN INTERNET

KONSELOR DAN INTERNET

Berapa waktu yang dimiliki konselor untuk memberikan bimbingan kepada para siswa? Berapa jumlah konselor di sebuah sekolah dibandingkan jumlah siswa yang harus dilayani? Jawaban atas 2 pertanyaan tadi pada umumnya kurang memuaskan. Tidak banyak waktu yang dimiliki seorang konselor, kalaupun ada, untuk bertatap muka dan memberikan layanan bimbingan kepada para siswanya. Jika konselor tidak mempunyai waktu terjadwal, seperti pada guru maatpelajaran, untuk masuk kelas, bagaimana mungkin program BK di sekolah bisa berjalan baik? Bagaimana mungkin BK bisa efektif jika konselor hanya mempunyai kesempatan masuk kelas menunggu pada saat kelas kosong karena guru yang bersangkutan tidak hadir? Masalahnya memang, karena BK bukan mata pelajaran dan tidak memberikan penilaian kepada siswa, sulit bagi sekolah untuk memberikan jadwal regular bagi konselor di tengah padatnya muatan kurikulum. Lebih baik memberikan tambahan waktu untuk mata pelajaran tertentu daripada digunakan untuk BK. Kurang lebih begitu jalan pikiran para pengelola sekolah. Lalu bagaimana bimbingan sebagai sebuah proses berkesinambungan akan mendapat tempat?
Keterbatasan jumlah konselor adalah masalah lain. Kalau toh konselor mendapat jatah rutin masuk kelas, bagaimana mengatur jadwal 1-2, atau 3 orang konselor melayani belasan kelas yang ada? Pasti super sibuk, dari satu kelas ke kelas lain.
Terkendala waktu dan personil, bagaimana program BK bisa berjalan secara efektif dan efisien? Jawabnya adalah manfaatkan teknologi informasi, khususnya internet. Peran teknologi tinggi dalam dunia pendidikan khususnya Bimbingan dan Konseling sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan maksimal.
Dengan makin luasnya keterjangkauan wilayah oleh jaringan internet, kini sudah saatnya bagi setiap konselor untuk melek internet. Kedepan diharapkan peran BK di sekolah lebih riil dan bermanfaat bagi siswa dengan memanfaatkan internet. Dengan internet, konselor bisa memberikan informasi dan bimbingan kepada siswa tanpa kendala waktu dan tempat.
Dalam hal ini komunikasi dan interaksi konselor dengan siswa dapat dilakukan dengan cara:
  1. Menggunakan Email sebagai Kotak Sampah untuk menampung semua permasalahan, unek-unek, ganjalan yang dirasakan siswa. Konselor dapat memanfaatkan masukan yang diberikan siswa sebagai bahan evaluasi dan penyusunan materi bimbingan.
  2. Membuat Blog Bimbingan Konseling. Kenapa tidak? Blog sekarang sangat merakyat, mudah dibuat, dan gratis. Sudah saatnya BK di sekolah memanfaatkan blog sebagai media informasi dan bimbingan.
Apakah memanfaatkan internet sebagai media bimbingan akan mencapai sasaran yang diharapkan? Apakah siswa siap menerima dan meresponnya? Mengapa tidak, mengapa harus ragu? Sebab saat ini tingkat melek internet di kalangan para siswa barangkali lebih tinggi dari kalangan pendidik. Anda hanya perlu mencoba dan membuktikannya. Yang menjadi masalah justru kesiapan konselor sendiri. Apakah seorang konselor sudah siap dengan teknologi internet? Kalau tidak siap, jangan kaget bahwa konselor makin ditinggalkan siswa.
Ibarat kata, lebih tahu dan tahu lebih siswa daripada konselornya tentang hal yang disampaikan.
Bagaimana menurut anda?

(tulisan ini diilhami artikel Tutang, SE, MM “PERANAN TI DALAM BIMBINGAN KONSELING (BK)” di internet)
BLOG SEKOLAH, SIAPA TAKUT?

BLOG SEKOLAH, SIAPA TAKUT?

Sebetulnya sudah agak telat ditulis, karena saya sudah mendapat info dari mas Sendi bulan lalu. Tapi karena cukup menarik dan saya kira banyak teman-teman kita yang belum tahu dan perlu tahu, saya menuliskannya sekarang.
Begini, mas Sendi mengabarkan bahwa sekolahnya sudah punya situs, dengan alamat, catat ya: www.smansastgm.blogspot.com Coba diklik tuh!
Nah, berarti masih satu grup dengan ikabela, karena web hostingnya sama-sama memakai blogspot. Dan lebih tepat disebut weblog. Sesuai sifatnya blog, memang tidak terlalu resmi. Toh tidak ada salahnya situs lembaga, seperti sekolah, tampil ala blog. Tidak perlu merasa kurang gengsi, kurang bonafid, karena gratisan.
Buat saya yang penting isinya. Apa artinya situs keren, tapi isinya tak pernah diupdate, dari bulan ke bulan isinya tetap sama. Bocen ah! Kalau isinya selalu faktual dan menarik, pasti banyak yang suka.
Lha, situs sekolahnya mas Sendi ini masuk kategori mana? Layak dilihat atau …. Anda harus menilainya sendiri.
Yang menjadi perhatian saya, URL atau alamat blog tersebut, kepanjangan. Tidak cukup mudah diingat. Seharusnya singkat dan bermakna. Apalagi ini nebeng blogspot.com yang sudah cukup panjang dan wajib dicantumkan.
Ini bisa jadi tips buat teman-teman yang niat bikin situs ala blog. Jangan maksa memakai nama sekolah sebagai URL. Coba bayangkan kalau nama sekolahnya SMA Kawah Candradimuka, misalnya, memakai blogspot. Maka URL-nya berbunyi: www.smakawahcandradimuka.blogspot.com Weleh-weleh. Ibarat makanan, pasti gak maknyus blas.
URL situs tidak harus menggunakan nama sekolah. Antara alamat blog/situs dan nama sekolah tidak harus sama, URL harus pendek agar mudah diingat, tapi nama situs bisa lebih panjang.
Sebagai ganti nama yang panjang dan sulit diingat, pilih kata-kata tertentu yang mencerminkan identitas sekolah. Atau julukan sekolah yang kadung populer di masyarakat. Ini lebih bermakna dan menarik.
Beberapa hari lalu, saya dapat SMS dari teman lama saya di Samarinda, mas Rediyono. Tempo hari pernah saya sentil agar buat situs untuk sekolah yang dia rintis di Bontang, buah perjuangannya 20tahun lebih. Dulu tahun 90-an saya pernah bertandang ke sana. Waktu itu sambil dinas di Arhanud, mas Redi sempat-sempatnya nyambi mendirikan SMEA, yang lokasinya nunut SD Inpres di depan markasnya. Sekolah yang berdiri secara swadaya dan swakelola ini jam belajarnya mulai siang sampai sore. Mas Redi benar-benar merintisnya dari nol. Dia modali sendiri dari penghasilannya, dia kelola sendiri dengan teman-temannya, dan dia pun merangkap guru bidang studi tertentu. Muridnya hanya belasan orang tiap kelas. Tapi saat itu siap meluluskan angkatan pertama. Padahal di luar dinas di kesatuan, dan sekolah, mas Redi punya kesibukan lain sebagai mahasiswa yang kuliah jarah jauh di Samarinda.
Ketika bertemu lagi beberapa tahun kemudian, sekolahnya sudah berkembang. Muridnya ratusan, lahan untuk sekolah sudah ada, tinggal dibangun.
Bertemu lagi, gedung sekolah milik sendiri sudah ada, Murid 500-an, dengan SPP 25ribu/anak (ingat itu di Bontang, Kaltim) sekitar tahun 2000-an. Berbagai prestasi dan penghargaan diperoleh sekolahnya.
Beberapa tahun lalu dia purnatugas dari kesatuannya dengan mengajukan pensiun dini. Dia tetap melanjutkan pengabdiannya dalam pendidikan. Dia sedang menyelesaikan studi S3 dengan konsentrasi Ekonomi Koperasi. Sambil membina sekolahnya SMK Putra Bangsa di Bontang, dia mendirikan lembaga pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja. Konon dia sudah menjalin kerjasama dengan lembaga di Malaysia dan Singapura.
SMS-nya beberapa hari lalu cukup membuat saya surprise: Kalau mau tahu perkembangan sekolahku, silakan buka www.smk-putrabangsa.com
Saya tambah surprise melihat tampilan situsnya. Hanya tiga kata menilainya: Bagus, bagus, dan bagus.
Coba saja teman-teman melihat sendiri.
Salut, salut dan salut.
Siapa yang nyusul ? (Tono Soegijanto)
Hore, Internet Murah!

Hore, Internet Murah!

Kabar gembira, kini berinternet kian murah.
Kaget sekaligus senang, reaksi saya membaca berita Jawa Pos awal tahun ini, bahwa Telkom menurunkan tarif TelkomnetInstant (TI) dari 10ribu/jam menjadi hanya seribu/jam. Wah, asyik nih pikir saya waktu itu.
Penurunan tarif tersebut didasarkan atas pertimbangan: pertama, untuk mendongkrak jumlah netter di Indonesia yang konon cuma 7% dari total populasi. Ini termasuk terendah di kawasan Asean. Kedua, tarif yang berlaku selama ini tidak kompetitif, misalnya dibandingkan Speedy yang juga merupakan produk Telkom, yang cuma 4ribu/jam, padahal kecepatan aksesnya 5kali lebih cepat dibandingkan TI. Dengan penurunan tarif diharapkan peminat TI akan terdongkrak tajam.
Segera saya kabarkan berita tersebut ke mas Sendi. Malah dianya belum tahu, dan ketika ditanyakan ke pihak Telkom setempat, jawabannya belum ada perubahan tarif TI. Saya pun bingung, masak pernyataan di koran bo'ong. Saya lalu coba surfing diinternet, dan ternyata heboh tarif murah itu sedang jadi pembicaraan. Netter umumnya menyambut baik penurunan tarif itu dan menganggap wajar, namun juga ada yang skeptis. Saya coba mencari konfirmasi dari situs www.telkom.co.id, hasilnya belum ada penjelasan soal tarif baru TI.

Dalam suatu kesempatan saya coba tanyakan ke resepsionis Telkom di tempat saya, yang saya tanya juga tidak tahu-menahu. Sampai hari Jumat, 25 Januari lalu, siang-siang saya ditelpon orang Telkom, mengabarkan tarif baru TI yang disebut tarif murah internet. Saya ditawari apakah berminat ikut paket TI dengan tarif 50ribu/bulan untuk pemakaian 25jam, yang disebut paket Limited. Kelebihannya dihitung 50rupiah/menit. Syaratnya, foto kopi KTP, bukti pembayaran rekening bulan terakhir, dan meterai 6ribu. Saya langsung oke saja.
Terjawab sudah, info tarif seribu/jam TI, tidak terbukti. Yang benar 2ribu/jam. Dan ini tidak benar-benar murah.
Sewaktu mendaftar di konter Telkom, saya malah disodori pilihan ikut Speedy. Setahu saya Speedy tarifnya 200ribu/bulan untuk Paket Time Based dengan kuoto 50jam. Berarti per jam 4ribu. Sebelumnya saya sudah pernah ditawari Speedy, tapi saya tolak karena masih lebih murah di warnet dengan membership (2ribu/jam), selain itu, dengan sistem paket, saya dipaksa menghabiskan 50jam/bulan. Emangnya saya kelebihan waktu untuk menghabiskan waktu di depan komputer rata-rata 90menit/hari. Lagipula saya memprediksi, suatu saat Speedy akan mengeluarkan program "eceran", yaitu bayar yang kita pakai.

Eh, ndilalah sekarang Speedy ada program Peduli Pendidikan, dengan tarif diskon 50% bagi yang punya putra/i yang sudah sekolah. Berarti tarifnya sama dengan tarif baru TI, tapi kecepatan koneksinya jauh lebih sip. Jadi mahal lagi dong TelkomnetInstant. Nasibmu TI.
Ayo, sekarang pilih mana? TelkomnetInstant atau Speedy? Mbak Indah di Lawang ambil Speedy, juga mas Sendi di Lampung.
Saya? Masih mikir! Telmi sih. (TonoS)
OPTIMALISASI TEKNOLOGI INFORMASI DI SEKOLAH

OPTIMALISASI TEKNOLOGI INFORMASI DI SEKOLAH

Berbicarakan tentang pendidikan maka tidak terlepas dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Baik ilmu pengetahuan dan teknologi mengenai pendidikan serta pengetahuan dan tekonologi lainnya.
Dalam pelaksanaan proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah sudah barang tentu akan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus akan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Untuk pencapaian tujuan sekolah maka sekolah sudah seharusnya menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan keadaan sekolah, dari yang canggih sampai yang sederhana dan tepat guna.
Misalnya dalam proses pembelajaran dapat digunakan sarana Multi Media yaitu dari buku cetak hingga internet, alat peraga yang lebih mutakhir, alat bantu yang moderen (mikroskop biasa, mikroskop electron), komputerisasi seluruh data yang ada di sekolah hingga mempermudah mengelola sekolah.
BELAJAR DENGAN INTERNET
Belajar melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharing dan mailing list. Virtual School merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Virtual schooly memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak.
Namun diharapkan di masa depan Virtual School ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal semisal Video Streaming yang dimasa mendatang akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang diimpi-impikan oleh setiap ahli IT di dunia Pendidikan.
Dibalik semua pemaparan diatas, Idealnya, suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur-unsur sebagai berikut :
(1) Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning
(2) Interaksi dalam grup; Para siswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan guru.
(3) Sistem administrasi siswa; dimana para siswa dapat melihat informasi mengenai status siswa, prestasi siswa dan sebagainya.
(4) Pendalaman materi dan ujian; hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning.
(5) Perpustakaan digital
(6) Materi online diluar materi pembelajaran
(7) Konseling online atau melalui web khusus konseling sehingga kerahasiaan terjamin.
KESIMPULAN
Keuntungan Menggunakan E-learning di Sekolah
Keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya adalah sebagai berikut:
• Menghemat waktu proses belajar mengajar
• Mengurangi biaya perjalanan
• Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan)
• Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
• Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
• Memperkenalkan teknologi informasi kepada siswa
Yuk, Bikin Majalah On-line

Yuk, Bikin Majalah On-line

Kita mengenal Majalah Dinding, selain majalah sekolah,
sebagai media komunikasi antar warga sekolah. Sekarang,
dengan era teknologi informasi, kita bisa membuat media
komunikasi online, semacam Ikabela ini. Kelebihannya, bisa
menjangkau pembaca yang sangat luas nan tak terbatas.
Siapa pun, dimanapun dan kapanpun bisa mengaksesnya.
Dengan begitu, selain sebagai media pembelajaran bagi
siswa, sekaligus berfungsi sebagai media promosi yang
efektif bagi sekolah yang bersangkutan.
Dari segi biaya, membuat majalah online lebih murah
dibandingkan membuat majalah. Mencetak majalah untuk 400
siswa misalnya, dananya pasti jutaan rupiah per edisi.
Kendala biaya ini seringkali membuat penerbitan majalah
sekolah tidak bisa terbit secara rutin. Satu dua kali
terbit, lantas macet tanpa batas waktu, karena tiada
kecukupan dana.
Solusi yang jitu adalah majalah online. Pasti murah,
karena biaya operasional yang diperlukan hanya pulsa
telepon, itu pun bisa dihemat dengan memanfaatkan warnet.
Pasti mudah, karena tidak perlu paham bahasa pemrograman.
Tidak usah menggunakan programmer. Caranya, gunakan blog.
Softwarenya sudah tersedia, tinggal pakai. Hanya perlu
belajar tehnisnya yang bisa dipelajari dari buku-buku
tentang blog. Pengalaman saya dulu membuat Ikabela ini,
dengan pengetahuan komputer dan internet yang pas-pasan,
dalam waktu 3 jam kerangka dasarnya jadi. Syarat membuat
majalah blog, harus punya email. Inipun gampang dibuat.
Kelebihan lain majalah online, bersifat interaktif.
Pembaca bisa membuat tanggapan atau sekedar meninggalkan
pesan di buku tamu. Bisa dikelola secara keroyokan (team
blog), seperti Ikabela, teman-teman yang minat bisa
mempunyai akun sendiri untuk melakukan posting. Desain
majalah bisa dibuat semenarik mungkin, tersedia banyak
model template, sewaktu-waktu bisa diganti kalau sudah
bosan. Membuat beragam rubrik seperti majalah, juga mudah
dengan multi blog. Seperti Ikabela, ada halaman depan
(teras), ada rubrik Galeri Foto, ada Opiniku, dan Profil
Alumni. Tinggal klik ikonnya, rubrik yang dimaksud muncul.
Majalah online misalnya, bisa membuat rubrik wawancara,
rubrik humor, galeri foto, info sekolah, dan sebagainya.
Dan sarana membuat blog tidak cuma blogspot seperti yang
digunakan Ikabela. Pertimbangan memakai blogspot semata
karena waktu itu buku pertama yang saya baca kebetulan
tentang blogspot. Di luar alasan ini, terbukti blogspot
adalah media blog yang sangat popular. Dan mudah
pengoperasiannya. Pilihan lainnya adalah wordpress,
blogsome, blogdrive, multiply (blognya Tukul pakai ini),
dan pastinya ada lainnya yang saya tidak tahu. Ibaratnya,
kita nunut gratisan pada web hosting tersebut. Karena
gratis, sebagai tanda terima kasih, kita harus
mencantumkan alamat web hosting yang kita gunakan. Seperti
Ikabela, karena memakai blogspot, maka alamatnya
www.ikabela.blogspot.com. Tidak bisa hanya ikabela.com
saja, kecuali membayar.
Berikut, alamat web hosting blog yang bisa dipakai sebagai
media majalah online sekolah :
• www.blogger.com
• www.wordpress.com
• www.blogsome.com
• www.blogdrive.com
• www.multiply.com
Kunjungi saja situs-situs tersebut, dan ikuti prosedurnya.
Atau kalau mau tahu dulu lebih jauh tentang blog, baca
buku berikut :
• Panduan Praktis Mengelola Blog, Irwan Rouf dan Yayan
Sopyan, Media Kita.
• Pernak-Pernik Blog, Fany Ariasari, Media Kita.
• Panduan Praktis Bikin Blog dengan Wordpress untuk
Pemula, Fany Ariasari, Media Kita.
Sulit mencari bukunya, buka saja
www.pernakpernikblog.blogspot.com yang berisi panduan
membuat blog.
Selain pihak sekolah, saya sarankan para siswa SMP/SMA
yang di kelas 3 membuat blog, sebagai sarana komunikasi
sesudah lulus. Tentu sangat menyenangkan, bertahun-tahun
setelah lulus masih bisa menjalin kebersamaan melalui
blog.
Mudah dibuat, gratis dan bermanfaat. Jadi mengapa tidak
dicoba?