Tampilkan postingan dengan label terapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terapi. Tampilkan semua postingan
REIKI DAN BIMBINGAN DI SEKOLAH

REIKI DAN BIMBINGAN DI SEKOLAH

Apa Itu Reiki?

Reiki berasal dari Bahasa Jepang “Rei” yang artinya alam semesta atau Ilahi, dan “Ki” yang berarti energi vital atau energi kehidupan. Jadi, Reiki adalah energi kehidupan yang berasal dari alam semesta atau energi Ilahi. Dalam kebudayaan China, Reiki disebut “Ling Chi”, sedangkan di India dikenal sebagai Prana.

Reiki adalah teknik penyembuhan alami yang ditemukan oleh para Lama (pendeta) Tibet sejak ribuan tahun silam. Tradisi ini sangat dirahasiakan, dan tertutup bagi orang luar untuk mempelajarinya. Karena itu tradisi kuno ini tidak banyak diketahui asal-usulnya secara pasti. Adalah Mikao Usui dari Jepang di awal abad 19 yang berhasil menggali dan menemukan kembali tradisi asli Tibet yang telah lama dianggap hilang, setelah melakukan meditasi selama 21 hari di gunung Kurama. Berbeda dengan tradisi Tibet, Mikao Usui lebih terbuka terhadap dunia luar. Dari sinilah kemudian Reiki menyebar ke Amerika Serikat melalui salah satu muridnya, Hawayo Takata, dan akhirnya berkembang ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia. Karena itu tidak mengherankan jika pada saat ini Reiki lebih popular daripada Ling Chi.

Reiki tidak mempunyai bentuk fisik, tidak terlihat secara kasat mata, karena bersifat metafisika. Namun seorang pewaskita yang memiliki kemampuan indra keenam dapat melihatnya, selain itu melalui Kirlian photography yang menghasilkan foto aura, kita dapat melihat keberadaan energi Reiki. Sebagai energi, Reiki mempunyai getaran yang tinggi, halus dan menyebar. Dilihat secara waskita, Reiki mengalir bagaikan kabut yang melayang-layang (Irmansyah Effendi, 2005:4). Karena sifatnya yang sangat halus, Reiki aman dan tanpa resiko digunakan untuk penyembuhan pada segala usia, wanita hamil, dan organ tubuh yang lunak dan sensitif seperti jantung.

Reiki mudah dipelajari, tanpa membutuhkan persiapan khusus, dan hanya dibutuhkan pengetahuan teknis yang minim sekali. Melalui proses attunement (penyelarasan) yang dilakukan oleh Master Reiki, seketika seseorang mempunyai kemampuan – mengakses Reiki - untuk melakukan penyembuhan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, secara langsung (berhadapan) maupun tidak langsung (penyembuhan jarak jauh). Daya penetrasi Reiki tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, sebab pada prinsipnya energi mengikuti pikiran (Choa Kok Sui, 2006:250). Sebagaimana pikiran dapat mengembara menembus ruang dan waktu, demikian juga dengan Reiki. Dengan memikirkan atau membayangkan seseorang, maka energi akan mengalir kepada orang tersebut.

Inti dari proses attunement adalah penyelarasan tubuh seseorang dengan sumber Reiki (energi Ilahi), dengan cara membuka, membesarkan, membersihkan, dan menyeimbangkan chakra (pintu masuk energi) satu dengan chakra lainnya, lalu melebarkan dan membersihkan nadi (pembuluh energi) dari hambatan atau penyumbatan, dan akhirnya menyelaraskan chakra-chakra tersebut dengan sumber Reiki (Sjahdeini, 2005: 332-334).

Hanya dengan attunement seseorang dapat mengakses dan menyalurkan Reiki dan menjadi seorang praktisi Reiki. Sekali seseorang mendapat attunement Reiki, selamanya tidak akan hilang sekalipun tidak pernah atau jarang sekali digunakan. Yang membedakan hanya kekuatan energi yang disalurkan antara praktisi Reiki yang terus meningkatkan pengetahuan dan mengaplikasikan Reiki dalam kehidupan sehari-hari dan mereka yang malas mengembangkan kemampuannya. Dengan banyak melakukan penyaluran energi, kepada diri sendiri maupun orang lain, getaran energi dari praktisi Reiki akan semakin kuat.

Cara mengakses Reiki sangat mudah, yaitu hanya dengan niat saja. Cukup dengan meniatkan dalam hati, Reiki langsung bekerja. Dengan mengakses Reiki, energi masuk ke dalam tubuh praktisi Reiki melalui chakra mahkota yang letaknya di ubun-ubun kepala, kemudian disalurkan melalui kedua telapak tangan. Pada orang yang sensitif akan merasakan hawa hangat atau getaran halus pada bagian tubuh yang dialiri energi. Sedangkan bagi praktisi Reiki akan merasakan aliran energi pada kedua telapak tangannya sebagai getaran halus. Perlu dijelaskan Reiki adalah energi positif. Reiki tidak bisa digunakan untuk tujuan negatif, seperti membuat orang lain celaka. Jika dipaksakan, tidak akan ada hasilnya. Sebaliknya Reiki bisa digunakan untuk membentengi dari pengaruh energi negatif seperti ilmu hitam, karena pada prinsipnya Reiki adalah energi Ilahi.

Pengalaman Saya

Saya mulai mengenal Reiki sejak dua tahun lalu. Tepatnya tanggal 5 Juni 2005 saya mengikuti pelatihan Reiki Tingkat I dan II. Pelatihan tersebut sebetulnya terdiri 3 tingkatan, Tingkat I, Tingkat II dan Tingkat Master. Dengan pertimbangan bahwa saya masih awam dan ingin mengadakan penjajakan lebih dahulu, saya putuskan hanya mengikuti sampai Tingkat II, dengan biaya 500 ribu rupiah.

Pelatihan tersebut berlangsung selama sekitar 6 jam mulai pukul 09.00, bertempat di ruang redaksi Radar Jember (Jawa Pos group), yang diikuti 19 peserta, dan dipimpin oleh Master Reiki Ibu Widya Jatileksono. Beliau adalah pendiri Aspri (Asosiasi Praktisi Reiki Indonesia) Prataksita yang berpusat di Yogyakarta.

Manfaat Reiki: Pengalaman Pribadi

Saya merasa bersyukur Tuhan telah mempertemukan saya dengan Reiki. Pengalaman pribadi saya membuktikan, sejak mengikuti pelatihan Reiki, banyak manfaat praktis yang saya dapatkan dalam hal kesehatan jasmani dan rohani. Saya relatif jarang mengalami sakit yang berarti. Sebelumnya setiap pergantian musim saya hampir selalu menderita batuk yang penyembuhannya bisa memakan waktu berminggu-minggu, karena sulit menghindari makanan pedas dan gorengan. Sejak mampu mengakses Reiki, saya bisa terbebas dari batuk musiman. Kalau hidung buntu karena gejala flu, dengan mendekatkan jari-jari tangan pada hidung dan meniatkan mengalirkan Reiki, maka hidung yang buntu segera plong kembali.

Dulu saya sering minum obat sakit kepala karena stres pekerjaan, dalam seminggu sulit untuk tidak minum obat. Begitu juga kalau capek, badan mudah sakit, terpaksa minum obat. Dengan Reiki, frekuensi minum obat saya langsung drop. Saya nyaris jarang sekali mengkonsumsi obat. Jika badan terasa capek, dengan meletakkan telapak tangan pada bagian tubuh yang sakit, lalu meniatkan untuk menyalurkan Reiki, energi mengalir dan capek pun hilang tidak lama kemudian.

Saya termasuk orang yang tidurnya malam, setidaknya pukul 12 malam atau lebih malah. Pukul 06.30 paginya saya sudah mulai bekerja di toko sampai pukul 04.00 sore. Walaupun begitu sepanjang hari tubuh masih segar, meski kadang-kadang juga ngantuk dan capek. Dengan mengalirkan Reiki, maka saya mendapat tambahan ekstra tenaga.

Dengan Reiki membuat saya secara spiritual merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta, karena setiap kali mengakses Reiki, saya mengawali “Dengan Ijin Tuhan Yang Maha Esa, terjadilah”. Saat melakukan meditasi, saya mengikuti petunjuk Master Reiki Sutan Remy Sjahdeini yang menggabungkan meditasi sambil melakukan dzikir dengan menyebut atau mengucapkan nama Allah berulang-ulang. Menurut beliau, meditasi sambil melakukan dzikir mempunyai 3 manfaat besar:

- energi dari lafadz dzikir akan bersinergi dengan Reiki yang mengalir ke dalam tubuh kita.

- Tubuh menjadi sehat karena dengan pengaliran energi ke dalam tubuh, chakra-chakra dibersihkan, diaktifkan dan diseimbangkan. Begitu juga nadi-nadi energi dibersihkan dari penyumbatan.

- Tubuh spiritual semakin lama makin menjadi baik dan kita semakin dekat dengan Allah (Sjahdaeni, 2005: 274-276).

Manfaat Reiki Dalam Bimbingan

Dalam pelatihan Reiki yang saya ikuti, secara tak sengaja saya duduk bersebelahan dengan seorang konselor sekolah. Saya tidak tahu apakah ia ikut atas biaya sendiri atau dibiayai sekolah. Yang pasti, konselor di sebuah sekolah di lingkungan pondok pesantren itu ikut sampai tingkat Master, yang biaya pelatihannya 1 juta rupiah. Dan saat itu adalah keikutsertaannya yang kedua kalinya sebagai pemantapan dari pelatihan yang pertama.

Saya tanyakan kepadanya, apa manfaat riil Reiki dalam pelaksanaan Bimbingan di sekolah. Dia memberikan contoh. Dulu sebelum ia mempelajari Reiki, setiap kali ia masuk kelas memberikan bimbingan, suasana kelas sangat tidak kondusif. Para siswa tidak antusias dengan apa yang ia sampaikan, semua ngobrol sendiri-sendiri. Dengan memanfaatkan Reiki, ia melakukan pemrograman. Sebelum masuk kelas, maka ia mentransfer Reiki ke ruang kelas di mana ia akan memberikan bimbingan. Hasilnya, kelas menjadi kondusif, para siswa respek terhadap materi yang disampaikan. Dalam menangani kasus individu, ia mengatakan, siswa menjadi mudah menerima bimbinganya dan menerapkannya. Saya tidak menduga ada seorang konselor yang mempunyai pemikiran untuk memanfaatkan Reiki dalam pendidikan, khususnya dalam pelaksaan Bimbingan Konseling di sekolah. Kalau saya tidak bertemu teman tadi, mungkin sampai saat ini saya tidak mempunyai gambaran tentang hal itu.

Dalam hal ini dunia pendidikan tampaknya ketinggalan kereta dengan profesi kedokteran. Pada saat ini banyak profesi medis seperti dokter, perawat, dan terapis dari klinik perawatan tubuh (spa) yang mempelajari dan memanfaatkan Reiki sebagai terapi pelengkap. Dalam pelatihan yang saya ikuti, ada setidaknya 3 peserta yang berprofesi dokter. Salah satunya adalah dokter spesialis anak. Kalau kalangan medis yang dikenal ketat menerapkan kaidah pengobatan ilmiah bisa menerima manfaat Reiki, tentu tidak ada salah dan ruginya bila dunia pendidikan, khususnya para konselor sekolah ikut mempelajari dan memanfaatkan Reiki untuk kepentingan pelaksanaan program bimbingan secara umum dan menangani masalah-masalah siswa.

Saya berkeyakinan banyak manfaat yang diperoleh dengan mengimplementasikan Reiki dalam bimbingan di sekolah. Secara khusus, Reiki bisa digunakan untuk membantu siswa yang mengalami masalah emosi, hubungan sosial, kecanduan rokok, sulit berkonsentrasi, fobia pada obyek tertentu dan sebagainya. Berbagai teknik meditasi, yang inklusif dalam Reiki, bisa digunakan. Untuk menangani siswa yang mempunyai masalah rasa percaya diri yang rendah, konselor bisa menerapkan teknik Meditasi Lilin yang dikembangkan oleh Luh Ketut Suryani (2006). Pada prinsipnya, Reiki secara efektif dapat menyembuhkan bebagai penyakit fisik, maupun masalah emosi, mental dan spiritual (Irmansyah Effendi, 2005; Sjahdeini, 2005).

Yang perlu digarisbawahi, dengan mempelajari Reiki, bukan berarti seorang konselor mengabaikan atau meninggalkan teknik-teknik bimbingan dalam memberikan bimbingan kepada para siswa dan semata-mata bergantung kepada kemampuan Reiki sebagai jalan pintas. Reiki adalah pelengkap bagi seorang konselor dalam melaksakan program bimbingan. Dengan kemampuan menyalurkan Reiki, seorang konselor dapat menciptakan suasana yang kondusif di kelas agar siswa lebih fokus dan memberi perhatian, agar siswa lebih termotivasi memanfaatkan layanan konseling, menggali informasi karir, agar siswa lebih disiplin terhadap tata tertib sekolah, lebih rajin belajar, dan sebagainya.

Dengan ijin Allah, terjadilah! (Tono Soegijanto)
SEFT, Cobalah & Buktikan Manfaatnya!

SEFT, Cobalah & Buktikan Manfaatnya!

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis tentang SEFT (Spiritual Emotional Freedom Techniques), sebuah terapi yang memadukan antara energi psikologi dan kekuatan doa, yang dikembangkan oleh Faiz Zainudin. Silakan klik di sini untuk merefresh ingatan anda, atau sebagai pengenalan bagi yang belum sempat membacanya, sebelum membaca tulisan ini, supaya nyambung dengan apa yang akan saya tulis ini.

Terapi yang tampak sederhana dan relatif mudah dipelajari dalam waktu singkat ini, sangat mungkin bagi banyak orang tidak menarik dan tidak masuk akal. Tapi saya yakin, kalau anda mau mempelajarinya dan menerapkannya, pendapat anda tentang SEFT akan berubah total. Saya tergerak menuliskan semata-mata agar teman-teman konselor dan siapa saja bisa mendapat manfaatkan praktis dan nyata dari SEFT, seperti saya sendiri telah merasakannya.

Efektivitas SEFT telah banyak dibuktikan. Dalam bukunya, Faiz menceritakan pengalamannya & koleganya membantu masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang mengalami bencana beberapa tahun lalu. SEFT disebutkan efektif membantu masyarakat yang mengalami trauma akibat bencana tersebut. Ada kasus yang disertai foto-foto tentang anak SD yang berhasil disembuhkan dari kecanduan merokok, setelah diterapi SEFT yang hanya makan waktu tidak lebih 5 menit!

Ada pengakuan Sefter (sebutan bagi orang yang telah mengikuti pelatihan SEFT) yang berhasil mengembalikan seorang suami yang berselingkuh kepada istrinya, setelah diterapi SEFT secara jarak jauh.
SEFT juga telah dicoba diterapkah pada penghuni panti jompo, tuna mental, dan para napi narkoba. Diberitakan dalam sebuah situs berita, aktor Roy Marten termasuk yang telah mencoba SEFT untuk membantu proses penyembuhannya, dan dia merekomendasikan istrinya agar ikut mencoba SEFT.
Saat ini pelatihan SEFT telah menjadi bisnis yang prospektif. Melihat tempat pelatihannya di hotel berbintang, pastilah biayanya tidak murah.
Padahal, untuk menjadi SEFTER, anda bisa mempelajarinya sendiri dari tulisan saya sebelumnya atau lebih lengkap lagi lewat bukunya. Saya jamin mudah dan cepat, gratis lagi. Coba anda terapkan SEFT untuk diri sendiri dan keluarga, dan anak didik anda di sekolah. Praktikkan dalam membantu para siswa yang mengalami berbagai masalah, apapun itu, baik fisik maupun psikologis. Terutama yang berkaitan dengan kesulitan belajar siswa. Saya yakin SEFT bisa diterapkan untuk semua masalah. Seperti dikatakan salah seorang penggagas SEFT, do it on everything. 

Saya sendiri telah beberapa kali mendapat hasil mengejutkan dari SEFT. Yang terakhir, saya mencoba menerapkan SEFT dalam bisnis. Saya tergerak untuk membuktikan apakah hasil-hasil yang saya dapat dari SEFT selama ini bersifat kebetulan, sugesti atau memang bukti efektivitas SEFT yang riil. Belum lama ini saya membuka toko variasi motor. Yang namanya usaha baru tentunya belum banyak dikenal konsumen dan omzet tidak stabil. Saya membuat eksperimen sederhana: apakah terdapat perbedaan omzet harian toko pada hari-hari yang diberi SEFT dengan omzet pada hari-hari yang tidak saya beri SEFT?

Prosedurnya: selama 20 hari, secara selang-seling/bergantian saya melakukan SEFT dan tidak melakukan SEFT terhadap toko. Jadi kalau hari ini saya melakukan SEFT, besoknya tidak. Karena seminggu ada 7 hari, dan eksperimen berlangsung 20 hari, maka pada hari Minggu eksperimen tidak diperhitungkan karena hari Minggu toko hanya buka setengah hari. Jika hari Minggu kebetulan waktunya pemberian SEFT, maka ditiadakan dan diganti hari Senin. Begitu juga kalau kebetulan Minggu jatuhnya tidak ada treatment SEFT, maka tidak diperhitungkan dan diganti hari Seninnya. 

Hasil omzet toko selama 10 hari di SEFT dan 10 hari tanpa SEFT dibandingkan. Dan hasilnya?
Secara umum, omzet harian toko dengan SEFT lebih unggul daripada tanpa SEFT. Hanya 3 hari terdapat omzet toko tanpa SEFT lebih tinggi dari hari dengan SEFT, selebihnya SEFT unggul. Perbedaan rata-rata omzet harian toko dengan SEFT dan tanpa SEFT sebesar 146.550 rupiah. Silakan anda coba untuk diri anda. (Tono Soegijanto).

Lebih lanjut tentang SEFT, klik www.logos-institute.com

SEFT: TERAPI KETUKAN & DOA



APA ITU SEFT?
Spiritual Emotional Freedom Technique atau SEFT dikembangkan oleh Ahmad Faiz Zainuddin, lulusan psikologi Unair yang sedang menempuh studi master di Malaysia, dari terapi asalnya, EFT (Emotional Freedom Technique) yang dikembangkan oleh Gary Craig, seorang insinyur lulusan Stanford University. Padahal, EFT sendiri merupakan tehnik terapi yang merupakan penyederhanaan dari terapi TFT (Tought Field Therapy) yang ditemukan oleh Roger Callahan, yang tidak lain adalah gurunya sendiri. Faiz menambah unsur Spiritual pada EFT, sehingga menjadi SEFT.

SEFT adalah teknik penyembuhan yang memadukan keampuhan energi psikologi dengan kekuatan doa dan spiritualitas. Energi psikologi adalah ilmu yang menerapkan berbagai prinsip dan teknik berdasarkan konsep sistem energi tubuh untuk memperbaiki kondisi pikiran, emosi dan perilaku seseorang.

Konsep energi tubuh bisa dianalogikan dengan energi elektromagnetik pada pesawat televisi. Kita tidak dapat melihat dan merasakannya, tetapi keberadaannya dapat diketahui dari akibat yang ditimbulkan, yaitu berupa gambar hidup acara televisi yang kita tonton Gangguan kecil pada aliran sistem energi tv akan menimbulkan kacaunya proses siaran televisi. Begitu juga dengan tubuh kita, setiap sel, sistem syaraf dan organ dalam tubuh kita mengandung energi elektromagnetik. Maka sebagaimana pada sistem energi tv, gangguan pada sistem energi tubuh kita akan menjadi pemicu utama segala macam gangguan emosi negatif seperti depresi, stress dan cemas. Dan sebagaimana telah diketahui, gangguan emosi dapat termanifestasi dalam berbagai penyakit fisik.

Pemahaman sistem energi tubuh menjadi dasar ilmu pengobatan timur seperti akupunktur, akupresur, refleksiologi dan sebagainya. Para ahli akupunktur percaya, gangguan pada sistem energi tubuh menyebabkan penyakit fisik seperti jantung, sakit kepala, sesak nafas dan sebagainya. Cara penyembuhannya dengan merangsang titik-titik tertentu yang berhubungan dengan sumber penyakit. Terdapat 361 titik akupunktur di sepanjang 12 jalur energi meridian tubuh yang sangat berpengaruh pada kesehatan kita. SEFT menyederhanakan 361 titik tersebut menjadi 18 titik yang mewakili 12 jalur utama energi tubuh.

Efek doa dan spiritualitas terhadap kesembuhan penyakit telah diteliti secara mendalam oleh Dr. Larry Dossey, MD. Hasilnya menunjukkan adanya bukti ilmiah bahwa doa dan spiritualitas berpengaruh positif terhadap kesehatan. Pada penyakit yang umum sekalipun, kondisi pikiran, emosi, sikap, kesadaran, dan doa-doa yang dipanjatkan oleh atau untuk pasien sangat berpengaruh bagi kesembuhannya.

Fakta-fakta ilmiah tentang keampuhan energi psikologi, kekuatan doa dan spiritualitas, menginspirasi Faiz untuk mensinergikan keduanya menjadi terapi SEFT, yang menghasilkan efek pelipatgandaan (amplifiying effect) yang secara empiris lebih ampuh daripada EFT.

CARA MELAKUKAN SEFT
SEFT terdiri dari 3 langkah: 1. The Set-Up, 2. The Tune-In, 3. The Tapping

1. The Set-Up
The Set-Up bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. Langkah ini dilakukan untuk menetralisir psychological reversal (perlawanan psikologis yang berupa pikiran negatif spontan atau keyakinan bawah sadar negatif), seperti :
- Saya selalu gagal mencapai sesuatu
- Saya tidak mungkin mampu bersaing
- Saya tidak bisa lepas dari kecanduan rokok
- Saya sakit hati karena orangtua selalu menyalahkan saya, dsb.

Caranya dengan mengucapkan The Set-Up Words, yaitu kata-kata yang diucapkan dengan khusyu, ikhlas dan pasrah untuk menetralisir keyakinan dan pikiran negatif. Contoh kalimat set-up :

“Yaa Allah… meskipun saya (menderita sakit kepala yang tak kunjung sembuh), saya ikhlas, saya pasrah pada-Mu sepenuhnya”

Sambil mengucapkan kalimat di atas sebanyak tiga kali, kita menekan dada kita, tepatnya di bagian Sore Spot (Titik Nyeri = daerah di sekitar dada atas yang jika ditekan terasa agak sakit) ATAU mengetuk dengan dua ujung dari di bagian Karate Chop. Lihat gambar.


2. The Tune-In
Untuk masalah fisik, kita melakukan tune-in dengan cara merasakan rasa sakit yang kita alami, lalu mengarahkan pikiran kita ke tempat rasa sakit dan sambil terus melakukan 2 hal tersebut, hati dan mulut kita mengatakan,
‘Saya ikhlas, saya pasrah … Yaa Allah..”

Untuk masalah emosi, kita melakukan tune-in dengan cara memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkitkan emosi negatif yang ingin kita hilangkan. Ketika terjadi reaksi negatif (marah, sedih, takut dsb) hati dan mulut kita mengatakan,
“Saya ikhlas, saya pasrah … Yaa Allah..”

3. The tapping
Bersamaan dengan tune-in, kita melakukan langkah ke-3, The Tapping. Pada proses inilah (tune-in yang dibarengi tapping) kita menetralisir emosi negatif atau rasa sakit fisik.

Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di tubuh kita sambil terus tune-in. Titik-titik ini adalah titik-titik kunci dari The Major Energy Meridians, yang jika kita ketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Karena aliran energi tubuh berjalan dengan normal dan seimbang kembali.

Titik-titik tersebut adalah:(LIHAT GAMBAR DI ATAS)
1. Cr = Crown yaitu titik di bagian atas kepala
2. EB = Eye Brow, yaitu titik permulaan alis mata
3. SE = Side of the Eye, yaitu di atas tulang di samping mata
4. UE = Under the Eye, yaitu 2cm di bawah kelopak mata
5. UN = Under the Nose, yaitu tepat dibawah hidung
6. Ch = Chin, yaitu diantara dagu dan bagian bawah bibir
7. CB = Collar Bone, yaitu diujung tempat bertemunya tulang dada, collar bone
dan tulang rusuk pertama
8. UA = Under the Arm, yaitu dibawah ketik sejajar dengan putting susu (pria)
Atau tepat dibagian tengah tali bra (wanita).
9. BN = Bellow Nipple, yaitu2,5cm di bawah putting susu (pria) atau di
Perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah payudara (wanita).
10. IH = Inside of Hand, yaitu dibagian dalam tangan yang berbatasan dengan
telapak tangan
11. OH = Outside of Hand, yaitu dibagian luar tangan yang berbatasan dengan
telapak tangan
12. Th = Thumb, yaitu ibu jari disamping luar bagian bawah kuku
13. IF = Index Finger, yaitu jari telunjuk disamping luar bagian bawah kuku (di
bagian yang menghadap ibu jari)
14. MF = Middle Finger, yaitu jari tengah samping luar bagian bawah kuku (di
bagian yang menghadap ibu jari)
15. RF = Ring Finger, yaitu jari manis di samping luar bagian bawah kuku (di
bagian yang menghadap ibu jari)
16. BF = Baby Finger, yaitu di jari kelingking di samping luar bagian bawah kuku
(dibagian yang menghadap ibu jari)
17. KC = Karate Chop, yaitu di samping telapak tangan, bagian yang kita guna-
kan untuk mematahkan balok saat karate.
18. GS = Gamut Spot, yaitu dibagian antara perpanjangan tulang jari manis dan
tulang jari kelingking.

Khusus untuk titik terakhir, sambil men-tapping titik tersebut kita melakukan THE 9 GAMUT PROCEDURE. Ini adalah 9 gerakan untuk merangsang bagian otak tertentu. Sembilan gerakan itu dilakukan sambil tapping pada salah satu titik energi tubuh yang dinamakan Gamut Spot, yang terletak diantara ruas tulang jari kelingking dan jari manis.
9 Gerakan itu adalah :
1. Menutup mata
2. Membuka mata
3. Mata digerakkan dengan kuat ke kanan bawah
4. Mata digerakkan dengan kuat ke kiri bawah
5. Memutar bola mata searah jarum jam
6. Memutar bola mata berlawanan arah jarum jam
7. Bergumam dengan berirama selama 3 detik
8. Menghitung 1, 2, 3, 4, 5
9. Bergumam lagi selama 3 detik

Ini adalah langkah yang terlihat aneh dan lucu. Dalam psikoterapi kontemporer, ini disebut teknik EMDR (Eye Movement Desensitization Repatterning).

Setelah menyelesaikan 9 Gamut Procedure, langkah terakhir adalah mengulang lagi tapping dari titik pertama hingga ke-17 (berakhir di Karate Chop). Dan diakhiri dengan mengambil nafas panjang dan menghembuskannya, sambil mengucap rasa syukur, Alhamdullilaah..

Tapping tidak harus dilakukan secara berurutan seperti dikemukakan di atas, bisa secara acak asal dilakukan semua, dan kita boleh melakukannya pada sisi sebelah kiri atau sebelah kanan atau kedua-duanya. Tetapi dianjurkan untuk melakukannya secara berurutan dari bagian tubuh atas ke bagian bawah, seperti tadi disebutkan, agar mudah dihafal.

KELEBIHAN SEFT
- SEFT terbukti efektif, it works in the real world
- Mudah dipelajari dan mudah dipraktikkan oleh siapa saja
- Cepat dirasakan hasilnya
- Sekali belajar bisa digunakan untuk selamanya pada berbagai masalah
- Efektivitasnya relatif permanen
- Jika dipraktikkan dengan benar, tidak ada rasa sakit atau efek samping,
jadi sangat aman dipraktikkan oleh siapapun
- Bisa diterapkan untuk masalah fisik dan emosi apapun.
- Konselor sekolah dapat bekerja jauh lebih efektif dan efisien dengan
mempraktikkan SEFT.

Sumber : Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), Cara Tercepat dan Termudah Mengatasi Berbagai Masalah Fisik dan Emosi, Ahmad Faiz Zainuddin, Arga, Jakarta, 2007.
 Terapi Gestalt, Salah satu Pendekatan Bimbingan dan Konseling

Terapi Gestalt, Salah satu Pendekatan Bimbingan dan Konseling

Terapi gestalt yang dikembangkan oleh  Federick Perls adalah bentuk terapi eksistensial yang berpijak pada premis bahwa individu-individu harus menemukan jalan hidupnya sendiri dan menerima tanggung jawab pribadi jika mereka berharap mencapai kematangan.
 
Terapi gestalt berfokus pada apa dan bagaimana-nya tingkah laku dan pengalaman di sini-dan sekarang dengan memadukan (mengintegrasikan) bagian-bagian kepribadian yang terpecah dan tak diketahui. Asumsi dasar terapi gestalt adalah bahwa individu-individu mampu menangani sendiri masalah-masalah hidupnya secara efektif.
 
Tugas utama terapis adalah membantu klien agar  mengalami sepenuhnya keberadaannya disini dan sekarang dengan menyadarkannya atas tindakannya mencegah diri sendiri merasakan dan mengalami saat sekarang. Oleh karena itu terapi gestalt pada dasarnya noninterpretatif dan sedapat mungkin klien menyelenggarakan terapi sendiri. 

Mereka membuat penafsiran-penafsiran sendiri, menciptakan pernyataan-pernyataan sendiri, dan menemukan makna-maknanya sendiri. Akhirnya, klien didorong untuk langsung mengalami perjuangan disini-dan-sekarang terhadap urusan yang tak selesai di masa lampau. Dengan mengalami konflik-konflik, meskipun hanya membicarakannya, klien lambat laun bisa memperluas kasadarannya.
 
Teknik-teknik dalam terapi Gestalt dapatberguna sebagai alat membantu klien guna memperoleh kesadaran yang lebih penuh, mengalami konflik-konflik internal, menyelesaikan inkonsistensi-inkonsistensi dan dikotomi-dikotomi, dan menembus jalan buntu yang menghambat penyelesaian urusan yang tak selesai. Teknik terapi Gestalt itu sendiri adalah :
 
  1. permainan dialog.
  2. membuat lingkaran.
  3. urusan yang tak selesai,
  4. “saya memikul tanggung jawab,
  5. ‘saya memiliki suatu rahasia
  6. bermain proyeksi,
  7. pembalikan,
  8. irama kontak dan penarikan,
  9. ulangan,
  10. “melebih-lebihkan”,
  11. “bolehkah saya memberimu sebuah kalimat 
Terapi Gestalt tersebut dapat di terapkan dalam berbagai cari, baik itu dalam setting konseling Individual maupun setting berkelompok. Terapi Gestalt bisa diterapkan dalam gaya Gestalt terbatas, dimana interaksi antara klien dan konselor mempunyai taraf yang minimal. Klien menerjemahkan permainan segeranya kedalam situasi permainan peran dimana klien mempersonifikasi segenap aspek kesadarannya. Dalam bentuknya yang murni ini, reaksi-reaksi klien terhadap terapis menjadi bagian dari proyeksi-proyeksi fantasi klien.

sumber