Guru BK Arahkan Siswa Pilih Profesi sejak SMA

Salah jurusan dan bekerja tak sesuai dengan kompetensi menjadi masalah yang banyak dialami lulusan perguruan tinggi di Tanah Air. Padahal, hal tersebut bisa dicegah sebelum mereka menjadi mahasiswa. Salah satunya, melalui bimbingan konseling di sekolah.

Sayangnya, peran guru BK saat ini masih identik dengan siswa bermasalah. Sedangkan pelayanan konseling tidak dianggap penting oleh kebanyakan siswa, dan sering diisi dengan sesi curhat guru dan murid.
Guru BK di sekolah.


Menurut Career Center Team Leader of UNITEC Institute of Technology New Zealand, Andrew Tui, peran guru BK di sekolah seharusnya menemukan hal yang siswa butuhkan dalam kariernya nanti.

"Konselor bisa mencari tahu kebutuhan siswa dengan cara mendengarkan. Karena siswa sering tak tahu apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka butuhkan," ujarnya.

Lantaran dunia berkembang, maka pengetahuan guru BK pun harus diperbarui. Andrew mengungkapkan, para guru BK wajib mengetahui informasi terbaru mengenai tren kebutuhan kerja, termasuk karier yang ada secara lengkap.

"Skill inilah yang membedakan konselor dengan guru-guru lainnya," sebutnya.

Sedangkan Manager Student Experience of UNITEC Institute of Technology New Zealand, Andrea Thumath menambahkan, di Selandia Baru, konselor di sekolah terbagi menjadi dua, yakni untuk konseling dan untuk pendidikan. Oleh sebab itu, guru BK di Indonesia harus memiliki kemampuan untuk membantu para siswa menentukan karier terbaik.

"Guru BK harus mampu memahami anak muda. Apalagi setiap siswa punya masalah masing-masing yang berbeda," tandas Andrea. (Okezone.com)

Artikel Terkait

Guru BK Arahkan Siswa Pilih Profesi sejak SMA
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email